Jalan Dikerok Picu Kecelakaan, Proyek Diminta Dipercepat
- 26 Apr 2026 20:43 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Tanjungbalai — Proyek preservasi jalan di sejumlah ruas wilayah Kota Tanjungbalai menuai sorotan tajam dari masyarakat. Kondisi jalan yang telah melalui proses pengerokan (asphalt milling) namun belum segera diaspal kembali dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Permukaan jalan yang tidak rata, berdebu, serta minim rambu peringatan menyebabkan meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas dalam beberapa hari terakhir. Warga melaporkan sejumlah insiden terjadi akibat kondisi jalan yang belum layak dilintasi secara aman.
Menanggapi situasi tersebut, pemuda Kota Tanjungbalai, M. Ardiansyah P. Sinaga, menyampaikan keprihatinannya sekaligus mendesak pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk segera mempercepat proses pengerjaan proyek. Ia menilai lambannya progres di lapangan telah mengorbankan keselamatan masyarakat.

“Ini bukan sekadar proyek yang belum selesai, tetapi menyangkut keselamatan pengguna jalan setiap hari. Tidak boleh ada pembiaran. Dinas Pekerjaan Umum harus hadir sebagai pengawas aktif dan memastikan BPJN bertanggung jawab penuh,” tegasnya.
Ardiansyah juga menekankan pentingnya langkah konkret di lapangan, seperti penambahan alat berat dan tenaga kerja, pengerjaan yang berkelanjutan tanpa jeda, serta pemasangan rambu keselamatan di setiap titik proyek. Menurutnya, percepatan tidak boleh hanya sebatas komitmen administratif, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Selain itu, ia meminta pihak pelaksana proyek untuk meningkatkan standar pengamanan, termasuk penyediaan penerangan sementara dan pengaturan lalu lintas guna meminimalisir risiko kecelakaan.
Hingga kini, sejumlah ruas jalan di Kota Tanjungbalai masih berada dalam tahap pengerokan tanpa kepastian waktu penyelesaian. Masyarakat berharap adanya respons cepat dari pihak terkait agar proyek tersebut segera dituntaskan dan kondisi jalan kembali aman dilalui.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....