Rekonstruksi Manajemen PGE Diharap Jawab Polemik dan Perkuat Kontribusi Daerah
- 31 Mar 2026 10:59 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Dalam beberapa hari terakhir, ruang diskusi publik, termasuk di kalangan akademisi, aktivis, dan masyarakat, ramai menyoroti proses rekonstruksi manajemen PT Pema Global Energi (PGE). Sorotan itu tidak hanya berkaitan dengan pergantian figur, tetapi juga menyentuh isu yang lebih sensitif seperti dugaan kedekatan personal, faktor kekeluargaan, hingga pertanyaan mengenai latar belakang dan kesiapan sejumlah nama baru yang dinilai masih sangat muda.
Menanggapi dinamika itu, Ketua Yayasan Hijau Bina Desa Cerdas (HBDC Foundation), Ismunazar, MM, menyatakan bahwa penetapan rekonstruksi wakil perseroan PT Pema Global Energi telah dilakukan sesuai ketentuan Pasal 91 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Menurutnya, polemik yang berkembang seharusnya menjadi pengingat bahwa perusahaan daerah yang bergerak di sektor strategis seperti migas dituntut tidak hanya kuat dari sisi legal formal, tetapi juga mampu menjawab ekspektasi publik melalui tata kelola yang profesional dan hasil kerja yang terukur.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana manajemen baru membuktikan kapasitasnya melalui tata kelola yang baik, peningkatan produksi, serta kontribusi yang terukur bagi daerah,” ujarnya. Ia menambahkan, sesuai rilis HDBC Foundation, perubahan struktur manajemen juga harus dimaknai sebagai momentum transformasi perusahaan agar lebih progresif, inovatif, dan berdaya saing, terutama dalam memperkuat kontribusi terhadap pendapatan asli daerah dari sektor minyak dan gas.
Selain itu, HBDC turut menekankan pentingnya keberpihakan perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasi, termasuk membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda Aceh untuk terlibat dalam sektor energi berdasarkan kompetensi dan keahlian.
Dalam konteks itu, isu pengangkatan figur muda yang menjadi perhatian masyarakat dinilai dapat dijawab melalui pembuktian kapasitas, peningkatan kualitas SDM, dan penciptaan sistem rekrutmen yang transparan serta profesional. Karena itu, Ismunazar menilai manajemen baru perlu segera menunjukkan arah kerja yang jelas, mulai dari penguatan produksi, perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat, hingga penciptaan lapangan kerja bagi tenaga muda lokal.
Dengan demikian, rekonstruksi ini tidak berhenti sebagai pergantian struktur semata, tetapi menjadi langkah untuk meredam polemik, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan PT Pema Global Energi mampu menjalankan mandatnya sebagai motor pengelolaan sumber daya energi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
(Sumber: Siaran Pers HDBC)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....