Bensin Oktan Rendah Berisiko Merusak Mesin Kendaraan Anda
- 29 Mar 2026 09:45 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Penggunaan bahan bakar dengan angka oktan yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan masih kerap dilakukan sebagian pengendara. Alasan utama biasanya untuk menghemat pengeluaran, dengan memilih bensin beroktan lebih rendah. Padahal, kebiasaan ini dapat memicu gangguan serius pada kinerja mesin kendaraan.
Salah satu risiko yang muncul adalah terjadinya detonasi, yaitu pembakaran tidak normal di dalam ruang mesin. Kondisi ini terjadi ketika campuran udara dan bahan bakar terbakar lebih awal tanpa dipicu percikan busi, sehingga menimbulkan tekanan yang tidak terkendali.
Bahan bakar dengan angka oktan tinggi sebenarnya dirancang untuk menahan tekanan sebelum terbakar, sehingga proses pembakaran berlangsung stabil. Sebaliknya, bensin beroktan rendah lebih mudah terbakar secara spontan, terutama saat mesin bekerja dalam kondisi berat atau suhu tinggi.
Gejala detonasi biasanya ditandai dengan suara “ngelitik” dari mesin. Meski pada awalnya hanya terasa sebagai penurunan performa, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya gangguan serius pada sistem pembakaran.
Dalam jangka panjang, detonasi berulang dapat merusak komponen penting mesin, terutama piston yang memiliki daya tahan terhadap panas terbatas. Jika dibiarkan, kerusakan ini bisa berujung pada penurunan performa hingga kerusakan mesin yang lebih parah.
Untuk mencegah hal tersebut, pemilik kendaraan disarankan selalu menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Langkah sederhana ini tidak hanya menjaga performa tetap optimal, tetapi juga memperpanjang usia mesin kendaraan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....