Ustadz Khairunnasri Bahas Keluasan Ilmu Allah di Mutiara Pagi
- 27 Apr 2026 02:02 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Radio Republik Indonesia (RRI) Lhokseumawe kembali menyiarkan program Mutiara Pagi pada Minggu, 26 April 2026, yang membahas topik mendalam mengenai Islam Agama Ilmu - Pembagian Ilmu. Dalam sesi kali ini, Ustadz Khairunnasri menekankan bahwa ilmu yang dimiliki oleh seluruh umat manusia sebenarnya sangat kecil jika dibandingkan dengan keluasan ilmu Allah SWT.
Beliau menyatakan, "Tetesan air yang jatuh dari jari yang kita celup di dalam lautan tadi itulah ilmu makhluk, itulah ilmunya kita, dan lautan yang terbentang di depan kita itulah ilmunya Allah yang tidak bertepi dan tidak berbatas."
Ustadz Khairunnasri menjelaskan bahwa para ulama sering memberikan perumpamaan bahwa hanya satu persen ilmu yang dikaruniakan kepada sekitar delapan miliar manusia di bumi ini. Hal ini bertujuan agar manusia tidak menjadi sombong atau angkuh dengan pengetahuan yang dimiliki.
Mengenai hal ini, Ustadz menegaskan, "Tidaklah diberi pemahaman, tidak diberi pengetahuan (kepada manusia), kecuali hanya sedikit, hanya secuil, sangat sedikit." Beliau juga mengutip Surah Al-Isra ayat 85 untuk memperkuat argumen bahwa perkara gaib seperti roh adalah urusan mutlak Sang Pencipta.
| Baca juga: Bahaya Salah Niat dalam Menuntut Ilmu |
Dalam penyampaiannya, turut menyentuh pentingnya keseimbangan antara ilmu dan iman. Menurut beliau, orang yang berilmu tanpa iman berisiko menjadi diktator atau individu yang hanya mementingkan hawa nafsu, sementara orang yang beriman tanpa ilmu akan mudah goyah keyakinannya.
Ustadz menjelaskan, "Orang beriman kalau dia tidak berilmu maka imannya menjadi goyah, imannya menjadi bermasalah. Begitu juga sebaliknya, orang-orang berilmu kalau dia tidak punya iman maka sungguh dia akan mengalami kesesatan demi kesesatan."
Sebagai penutup, Ustadz Khairunnasri mengajak pendengar untuk merenungi keajaiban ciptaan Allah pada diri sendiri, seperti keunikan sidik jari manusia yang membuktikan betapa teliti dan luasnya ilmu Allah.
Ia juga berpesan, "Ilmunya Allah itu tidak terbatas, ilmunya Allah itu tidak bertepi. Di titik ini kita perlu paham apa yang harus kita banggakan dan apa yang harus kita busungkan dada untuk sesuatu yang sifatnya sangat terbatas." Melalui renungan ini, diharapkan umat Islam dapat terus rendah hati dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat ilmu yang telah dikaruniakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....