Stok BBM di Lhokseumawe Aman, Antrean Dipicu Panic Buying

  • 09 Mar 2026 21:28 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kota Lhokseumawe memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut dalam kondisi aman hingga menjelang Idulfitri. Antrean panjang yang sempat terjadi di sejumlah SPBU pada awal Maret lalu disebut dipicu oleh aksi panic buying masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Kota Lhokseumawe, Nelvia Surimeina, mengatakan antrean panjang di beberapa SPBU mulai terlihat pada 5 Maret 2026. Pihaknya kemudian langsung melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kondisi stok BBM.

Menurut Nelvia, dari hasil koordinasi dengan pihak depot Pertamina, stok BBM dipastikan mencukupi hingga Lebaran. Saat itu, Pertamina mencatat ketersediaan Pertamax sebanyak 1.340.000 liter, Pertalite 4.360.000 liter, serta Solar 2.300.000 liter.

“Dari pihak Pertamina menyatakan stok di depot aman sampai nanti Lebaran. Jadi sebenarnya tidak perlu ada kekhawatiran terkait ketersediaan BBM,” ujarnya saat dikonfrimasi RRI, Senin 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan, jika di lapangan sempat terjadi antrean hingga BBM habis di beberapa SPBU, hal tersebut lebih disebabkan oleh keterbatasan kuota harian yang dimiliki masing-masing SPBU, bukan karena kekurangan stok di tingkat depot.

Nelvia menambahkan, secara umum distribusi BBM di Kota Lhokseumawe berjalan lancar. Hal ini juga didukung keberadaan depot Pertamina di wilayah tersebut yang menjadi salah satu pusat distribusi BBM untuk berbagai daerah di Aceh bahkan sebagian wilayah Sumatera.

“Alhamdulillah kalau di Kota Lhokseumawe distribusinya lancar, karena kita berada di dekat depot Pertamina. Bahkan beberapa wilayah di Aceh hingga Banda Aceh mengambil pasokan dari depot Pertamina Lhokseumawe,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa antrean kendaraan di SPBU kini sudah berangsur normal. Berdasarkan pantauan terbaru di lapangan, antrean panjang terutama untuk kendaraan roda empat sudah tidak lagi terlihat.

Dalam mengantisipasi kepanikan masyarakat, Disperindagkop terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak SPBU untuk memantau ketersediaan BBM. Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat turut dilakukan melalui berbagai informasi dan imbauan, termasuk materi publikasi dari Pertamina yang menjelaskan bahwa stok BBM tetap tersedia.

Nelvia juga mengungkapkan bahwa sebagian antrean yang terjadi sebelumnya tidak hanya berasal dari warga Lhokseumawe, tetapi juga dari daerah lain di luar kota.

“Kami juga memantau bahwa ada yang mengantre bukan dari warga Lhokseumawe, mungkin dari daerah sekitar seperti Aceh Tengah dan wilayah lain. Jadi sebagian yang mengantre itu memang bukan dari wilayah kota,” jelasnya.

Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang dapat memicu kepanikan, karena distribusi serta ketersediaan BBM dipastikan tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....