Makna Kebaikan Sejati dalam Surah Al-Baqarah Ayat 177

  • 04 Mar 2026 10:59 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe :

Kebaikan akan berpihak pada mereka yang mau, menggali banyak makna positif dalam kitab suci Al-Qur'an.

Sebagaimana yang di sampaikan oleh Ustad Prof. Dr. H. Danial, M. Ag, dalam ceramah Ramadhan menjelang sholat tarawih di masjid Taqwa Kampung Jawa Baru kota Lhokseumawe, Selasa malam 3 Maret 2026, menjelaskan makna yang terkandung dalam Surah Al-Baqarah ayat 177.

Didalamnya memiliki hakikat kebajikan bukanlah semata-mata menghadapkan wajah ke arah timur atau barat dalam shalat, melainkan keimanan yang utuh dan amal nyata dalam kehidupan. Dalam Al-Qur'an, khususnya pada Surah Al-Baqarah ayat 177, Allah SWT menjelaskan bahwa kebajikan (al-birr) mencakup iman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab-kitab, dan para nabi. Ayat ini menjadi landasan penting bahwa keimanan bukan hanya simbol atau ritual, tetapi harus tertanam dalam hati dan tercermin dalam tindakan.

Selain menegaskan aspek akidah, ayat ini juga menyoroti dimensi sosial dalam Islam. Disebutkan bahwa kebajikan termasuk memberikan harta yang dicintai kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, dan orang yang meminta-minta, serta memerdekakan hamba sahaya. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari keimanan. Seorang mukmin tidak hanya beribadah secara pribadi, tetapi juga peka terhadap kebutuhan sesama dan berusaha meringankan beban mereka.

Lebih lanjut, ustad Danial melengkapi kembali makna ayat 177 dalam surah Al Baqarah tersebut yang juga menekankan pentingnya mendirikan shalat, menunaikan zakat, menepati janji, serta bersabar dalam kondisi sulit, penderitaan, dan saat peperangan. Kesabaran dalam berbagai situasi menjadi bukti kualitas iman seseorang. Dengan demikian, ayat ini merangkum nilai-nilai utama dalam Islam: iman, ibadah, akhlak, dan keteguhan hati dalam menghadapi ujian kehidupan.

Para ulama menafsirkan ayat ini sebagai gambaran komprehensif tentang karakter orang bertakwa. Di akhir ayat ditegaskan bahwa merekalah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. Pesan ini menjadi pengingat bagi umat Islam bahwa ukuran kebaikan sejati bukan hanya tampilan lahiriah, tetapi keselarasan antara keyakinan, ibadah, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....