Mengenal Tiga Ciri Utama Golongan Fasik
- 23 Jul 2026 17:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe— Dalam Program dialog Tausiah Sore RRI pro satu Lhokseumawe edisi Selasa, 21 Juli 2026 membahas mengenai tadabur Surah Al-Baqarah ayat 27 yang memuat didalamnya mengenai fasik.
Hadir sebagai penceramah dalam dialog tersebut, Ustaz Muhadar, S.Th yang mengupas tentang hakikat, ciri-ciri, serta bahaya sifat fasik dalam kehidupan manusia sebagaimana Surah Al-Baqarah ayat 27.
Mengawali kajiannya, Ustaz Muhadar menjelaskan bahwa secara bahasa kata fasik berasal dari fasaqa yang berarti keluar. Mengutip penafsiran Imam at-Thabari, ia menyampaikan bahwa fasik merupakan kondisi ketika seseorang keluar dari ketaatan kepada Allah SWT lalu berpaling menuju kemaksiatan dan kekafiran.
Lebih lanjut, ustaz Muhadar memaparkan tiga sifat utama yang melekat pada golongan fasik. Ciri-ciri tersebut meliputi kebiasaan melanggar perjanjian dengan Allah, memutuskan hubungan yang seharusnya wajib dijaga, serta menyebarkan berbagai bentuk kerusakan di muka bumi.
"Orang-orang fasik ini memutuskan semua hubungan yang Allah perintahkan untuk dipelihara, mulai dari hubungan dengan Allah, Rasul, hingga silaturahmi sesama manusia," ujar Ustaz Muhadar.
Ia menambahkan bahwa sikap ingkar tersebut dipicu oleh rasa sombong, dengki, fanatisme kelompok, serta dominasi dorongan hawa nafsu. Selain membeberkan tabiat buruk, ia mengingatkan bahwa pelaku kefasikan akan menanggung kerugian besar sejak di dunia.
Dampak negatif tersebut antara lain hati menjadi keras dan sulit menerima kebenaran, hilangnya ketentraman jiwa, hilangnya keberkahan hidup, hingga timbulnya krisis moral serta kerusakan tatanan sosial di masyarakat.
Sebagai solusi atas krisis sosial dan kehidupan berbangsa, Ustaz Muhadar mengajak umat untuk senantiasa kembali kepada pedoman Al-Qur'an dan sunah Nabi Muhammad SAW. Ia menegaskan bahwa tanpa menjadikan ajaran Islam sebagai tuntunan utama, kedamaian dan keadilan tidak akan pernah terwujud.
Mengakhiri tausiahnya, Ustaz Muhadar berpesan agar umat Islam senantiasa mawas diri agar terhindar dari perbuatan yang menyerupai golongan fasik. "Semoga renungan singkat ini menjadi pelajaran bagi kita yang masih diberikan kesempatan hidup, mudah-mudahan kita betul-betul beriman kepada Allah dan Rasul," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....