Metode Sambut Ramadhan, Pentignya Bekal Ilmu dan Hati
- 16 Feb 2026 11:44 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, kita diingatkan untuk tidak hanya melakukan persiapan fisik, tetapi juga mempersiapkan mental dan spiritual. Hal ini disampaikan Ustadz Ikhwansyah dalam program Mutiara Pagi yang disiarkan Pro 1 RRI Lhokseumawe pada Senin, 16 Februari 2026.
Dalam tema “Metode Menyambut Bulan Ramadhan”, Ustadz Ikhwansyah menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan istimewa yang harus disambut dengan kesiapan yang matang. Ia menyebut Ramadhan sebagai “tamu agung” yang perlu dipersiapkan dengan bekal ilmu, kebersihan hati, kesiapan fisik, serta target ibadah yang jelas.
“Ramadhan adalah momentum besar untuk memperbaiki diri. Karena itu, menyambutnya harus dengan persiapan lahir dan batin agar ibadah dapat berjalan maksimal,” ujar Ustadz Ikhwansyah.
Ia menjelaskan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membekali diri dengan ilmu agama, khususnya terkait fiqih puasa. Menurutnya, pemahaman tentang syarat sah, rukun puasa, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa sangat penting agar ibadah yang dilakukan tidak sia-sia.
“Beribadah harus dengan ilmu. Tanpa pemahaman yang benar, amalan bisa tidak sempurna bahkan berpotensi tidak bernilai,” jelasnya.
Selain bekal ilmu, ia juga menekankan pentingnya tazkiyatun nafs atau pembersihan jiwa dengan memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah SWT. Ustadz Ikhwansyah mengajak umat Islam untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia dengan saling memaafkan, sehingga hati menjadi lebih tenang dalam menjalankan ibadah.
“Bersihkan hati dari dendam dan kesalahan masa lalu. Dengan hati yang bersih, ibadah akan terasa lebih ringan dan khusyuk,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyarankan masyarakat untuk mempersiapkan kondisi fisik dengan membiasakan puasa sunnah, terutama pada bulan Sya’ban, agar tubuh tidak kaget saat menjalankan puasa wajib selama Ramadhan. Menjaga pola makan dan kesehatan juga menjadi bagian penting dari persiapan tersebut.
Tak hanya itu, Ustadz Ikhwansyah juga mengingatkan pentingnya manajemen target ibadah selama Ramadhan, seperti menargetkan khatam Al-Qur’an, menjaga konsistensi salat tarawih, serta memperbanyak sedekah.
“Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum transformasi diri menjadi hamba yang lebih bertaqwa,” ujarnya.
Sebagai penutup, diharapkan dalam menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan kesiapan yang matang, sehingga dapat meraih keberkahan serta meningkatkan kualitas keimanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....