Hambatan Lahan Jadi Kendala, Realisasi Gerai KDMP di Lhokseumawe Terus Dipacu
- 02 Jul 2026 21:15 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe – Pengoperasian Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Kota Lhokseumawe terus menunjukkan progres positif, meski masih dihadapkan pada kendala pembebasan lahan di sejumlah titik. Hingga saat ini, sekitar 10 hingga 11 gerai telah masuk dalam tahap pelaksanaan fisik di empat kecamatan.
Ketua Forum Koperasi Desa Merah Putih Kota Lhokseumawe, Imran Djafar, mengungkapkan bahwa perkembangan pembangunan fisik gerai saat ini bervariasi. Beberapa wilayah tercatat telah merampungkan pembangunan infrastrukturnya secara penuh.
"Alhamdulillah, untuk di empat kecamatan, gerai di Lhok Mon Puteh dan Blang Meh progresnya sudah 100 persen selesai. Sementara untuk wilayah Banda Sakti dan Hagu Selatan, saat ini sedang dalam proses finishing," ujar Imran saat diwawancarai, Kamis 2 Juli 2026.
Meski demikian, Imran tidak menampik adanya hambatan di sejumlah desa (gampong) lain. Mayoritas kendala bersumber pada proses pembebasan lahan, baik lahan yang bersumber dari aset Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota Lhokseumawe (tanah Pemda), maupun tanah yang direncanakan untuk diwakafkan kepada pihak kampung.
Selain masalah administrasi lahan, tingginya kepadatan penduduk di beberapa kawasan perkotaan di Lhokseumawe juga membuat ketersediaan lahan kosong menjadi sangat terbatas.
"Kami juga masih menunggu regulasi yang jelas terkait hal ini, karena terjadi kefakuman di beberapa gampong yang sudah padat penduduknya, sehingga sulit menemukan tanah kosong untuk mendirikan gerai," tambahnya.
Terkait target operasional secara menyeluruh dalam tahun ini, pihak Forum Koperasi Desa Merah Putih tengah menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini, para calon manajer koperasi sedang menjalani masa pelatihan intensif.
"Untuk operasional ke depan, kita juga sedang menunggu adik-adik kita yang saat ini masih dalam proses belajar (pelatihan) untuk posisi Manajer Koperasi Merah Putih. Kemungkinan besar, setelah 45 hari masa pelatihan selesai, mereka akan langsung ditempatkan di masing-masing koperasi," jelas Imran.
Pihaknya berharap proses pembebasan dan pendataan aset lahan di bagian administrasi pemerintahan dapat segera rampung. Dengan demikian, desa-desa yang lahannya telah siap bisa langsung melanjutkan ke tahap pembangunan fisik gerai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....