Angin Kencang Hantam Aceh Utara, 74 Rumah Rusak dan Warga Mengungsi
- 08 Jun 2026 19:08 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Aceh Utara dalam dua hari berturut-turut meninggalkan jejak kerusakan yang cukup luas. Sedikitnya 74 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras, dengan Kecamatan Cot Girek menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh RRI dari BNPB Aceh Utara hingga Senin 8 Juni 2026, kerusakan rumah tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Cot Girek, Langkahan, Pirak Timu, Syamtalira Bayu, Lhoksukon, dan Baktiya Barat. Dari seluruh wilayah terdampak, Kecamatan Cot Girek mencatat jumlah kerusakan tertinggi dengan 65 unit rumah mengalami kerusakan dalam berbagai kategori.
Kepala BPBD Aceh Utara melalui Kepala Bidang Darurat dan Logistik, Saifullah, menjelaskan bahwa bencana terjadi dalam dua gelombang. Angin kencang pertama melanda pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 16.15 WIB, kemudian kembali terjadi pada Jumat (5/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
“Angin kencang yang disertai hujan deras menyebabkan kerusakan rumah warga di Kecamatan Langkahan, Pirak Timu, dan Cot Girek. Wilayah yang paling terdampak berada di Kecamatan Cot Girek,” ujar Saifullah.
Di Kecamatan Cot Girek, sedikitnya delapan gampong terdampak, yakni Cot Girek, Kampung Tempel, U Baro, Alue Leuhop, Ulee Gampong, Matang Teungoh, Beurandang Asan, dan Batu XII. Kuatnya terpaan angin menyebabkan atap rumah beterbangan, dinding bangunan rusak, hingga beberapa rumah mengalami kerusakan cukup serius.
Selain permukiman warga, cuaca ekstrem juga merusak sejumlah hunian sementara (huntara) yang ditempati korban banjir di Kecamatan Langkahan. Data BPBD menunjukkan 11 unit rumah dan huntara mengalami rusak berat, 10 unit rusak sedang, serta 54 unit lainnya mengalami rusak ringan.
Secara keseluruhan, bencana tersebut berdampak terhadap 75 kepala keluarga atau sekitar 279 jiwa yang tersebar di tiga kecamatan utama terdampak.
Di Kecamatan Langkahan, tujuh kepala keluarga yang menempati huntara terdampak langsung akibat terjangan angin. Sementara di Kecamatan Cot Girek, sebanyak 65 kepala keluarga dengan total 234 jiwa merasakan dampak kerusakan rumah. Adapun di Kecamatan Pirak Timu terdapat tiga kepala keluarga yang rumahnya turut mengalami kerusakan.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Syamtalira Bayu, Lhoksukon, dan Baktiya Barat. Beberapa rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap dan struktur bangunan akibat terpaan angin yang berlangsung cukup kuat.
Akibat kerusakan tersebut, sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu. Empat keluarga di Gampong Buket Linteung dan tiga keluarga di Gampong Rumoh Rayeuk mengungsi ke huntara milik tetangga. Sementara dua keluarga di Gampong Kampung Tempel, Kecamatan Cot Girek, memilih mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman.
Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup luas, bencana tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Namun demikian, warga terdampak masih membutuhkan bantuan masa panik serta material untuk perbaikan darurat rumah yang rusak.
“Tidak ada korban jiwa. Namun masyarakat membutuhkan bantuan masa panik dan peralatan untuk perbaikan darurat rumah yang mengalami kerusakan,” kata Saifullah.
Merespons kondisi tersebut, BPBD Aceh Utara langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak untuk melakukan pendataan, membantu pembersihan puing bangunan, serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan aparatur gampong dalam penanganan darurat.
Saat ini kondisi di wilayah terdampak mulai berangsur kondusif. Warga bersama aparat setempat bergotong royong membersihkan material bangunan yang berserakan dan mengamankan barang-barang berharga ke lokasi yang lebih aman.
BPBD Aceh Utara juga terus melakukan pemantauan perkembangan cuaca melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB). Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras disertai angin kencang yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama bagi warga yang tinggal di rumah dengan kondisi bangunan rentan.
Bencana ini kembali menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Aceh Utara. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat pemerintah menjadi kunci untuk meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....