PoU Bireuen 2025 Turun, Tetap di Atas Rata-Rata Nasional
- 06 Jun 2026 22:31 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Bireun - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat prevalensi ketidakcukupan pangan atau Prevalence of Undernourishment (PoU) di Kabupaten Bireuen, Aceh, berada pada angka 8,83% pada tahun 2025. Meski masih tergolong cukup tinggi, angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,15% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 8,98%. Dalam kurun lima tahun terakhir, penurunan yang terjadi tercatat sebesar 1,21%.
Jika dibandingkan dengan kondisi nasional, PoU Indonesia pada 2025 berada di angka rata-rata 7,89%. Artinya, kondisi di Bireuen masih berada di atas rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjelaskan bahwa PoU menggambarkan kondisi ketika seseorang secara rutin tidak memperoleh asupan energi dari makanan yang cukup untuk menjalani hidup sehat, aktif, dan produktif. Indikator ini kerap digunakan untuk melihat tingkat kerawanan pangan dan gizi di suatu wilayah.
Dengan angka 8,83%, dapat diartikan bahwa sebagian penduduk Bireuen masih mengalami kekurangan energi dalam konsumsi hariannya, meskipun jumlahnya berada di bawah 10% dari total populasi.
Di tingkat Provinsi Aceh yang terdiri dari 23 kabupaten/kota, posisi Bireuen berada di urutan ke-17 berdasarkan nilai PoU. Beberapa daerah dengan kondisi lebih baik atau tingkat PoU lebih rendah antara lain Kota Subulussalam (6,01%), Kabupaten Bener Meriah (6,27%), dan Kota Banda Aceh (6,84%).
Sementara itu, wilayah dengan PoU tertinggi di Aceh adalah Kabupaten Aceh Tamiang yang mencapai 11,62%.
Berikut 10 daerah dengan PoU terendah di Aceh tahun 2025:
- Kota Subulussalam: 6,01%
- Kabupaten Bener Meriah: 6,27%
- Kota Banda Aceh: 6,84%
- Kabupaten Gayo Lues: 7,01%
- Kabupaten Nagan Raya: 7,08%
- Kota Lhokseumawe: 7,16%
- Kabupaten Aceh Besar: 7,21%
- Kabupaten Aceh Singkil: 7,41%
- Kabupaten Pidie: 7,61%
- Kota Sabang: 7,67%
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....