59 Tahun Perum Bulog Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia dari Masa ke Masa
- 09 Mei 2026 19:56 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog genap berusia 59 tahun pada tahun 2026. Sejak didirikan pada 10 Mei 1967, Bulog menjadi salah satu lembaga strategis pemerintah yang berperan penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional, khususnya komoditas beras, gula, minyak goreng, dan bahan pokok lainnya di Indonesia. Selama hampir enam dekade,
Perum Bulog terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Dari awal pembentukannya yang fokus pada pengendalian harga beras dan distribusi pangan, kini Bulog berkembang menjadi perusahaan pangan modern yang turut mendukung ketahanan pangan nasional melalui berbagai program pemerintah.
Keberadaan Bulog dinilai sangat penting dalam menjaga ketersediaan stok pangan, terutama saat terjadi gejolak harga, bencana alam, maupun kondisi darurat. Melalui cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog, stabilitas harga di pasaran dapat tetap terjaga sehingga masyarakat memperoleh akses pangan dengan harga yang terjangkau.
Selain menjaga stok nasional, Bulog juga memiliki peran besar dalam membantu petani lokal. Setiap musim panen, Bulog melakukan penyerapan gabah dan beras petani dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah guna menjaga kesejahteraan petani sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan nasional tetap aman. Dalam beberapa tahun terakhir,
Bulog juga aktif menjalankan berbagai program bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat. Penyaluran beras bantuan sosial hingga operasi pasar murah menjadi langkah konkret Bulog dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.
Bulog memiliki jaringan gudang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung distribusi pangan nasional agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata, termasuk di daerah terpencil dan wilayah terdampak bencana. Tidak hanya berfokus pada distribusi beras,
Bulog juga mulai memperluas pengelolaan komoditas pangan lain seperti daging, gula, minyak goreng, hingga produk pangan olahan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Sementara itu Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Lhokseumawe, Muhammad Iqbal, memastikan ketersediaan beras di wilayah kerja nya dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2026.
Ia menyampaikan, cadangan beras milik Perum Bulog Lhokseumawe saat ini mencapai sekitar 40 ribu ton. Sementara itu, khusus untuk Aceh, stok beras yang tersedia berada di angka 117 ribu ton.
"Jumlah tersebut merupakan capaian tertinggi sejak Bulog Aceh berdiri. Dengan ketersediaan stok yang ada, ketahanan pangan, khususnya beras, di Wilayah nya diperkirakan mampu bertahan hingga satu tahun ke depan,” ujar Muhammad Iqbal 3 Mei 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....