Lhokseumawe Dorong Smart City dan Transformasi Digital 5G
- 04 Mei 2026 22:11 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Upaya percepatan transformasi digital di Kota Lhokseumawe terus digencarkan. Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, melakukan audiensi strategis dengan Nezar Patria guna mendorong pengembangan smart city, implementasi teknologi 5G, serta integrasi command center sebagai pusat kendali kota berbasis digital.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Senin, 4 Mei 2026, turut dihadiri sejumlah pejabat penting di lingkungan kementerian, di antaranya Sekretaris Ditjen Ekosistem Digital Aryo Pamoragung, Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Mulyadi, serta Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Aris Kurniawan.

Dalam audiensi tersebut, Sayuti Abubakar menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi Lhokseumawe dalam mewujudkan kota cerdas, terutama keterbatasan fiskal yang berdampak pada pembangunan infrastruktur digital. Padahal, kebutuhan konektivitas yang andal semakin mendesak seiring aktivitas industri migas dan dinamika kota sebagai pusat pendidikan.
“Kontrol 5G sangat dibutuhkan dalam mendukung operasi industri migas. Infrastruktur IT yang kuat menjadi standar penting dalam kesiapan produksi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan dan integrasi command center untuk mendukung layanan publik yang terintegrasi, sistem keamanan kota, hingga pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.
Selain itu, percepatan pembangunan jaringan 5G dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi digital di Lhokseumawe. Pemerintah kota juga mendorong lahirnya generasi muda yang mampu mengembangkan startup digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis teknologi.

“Lhokseumawe memiliki potensi besar sebagai kota industri dan pendidikan. Kami ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi,” tambahnya.
Sejumlah persoalan teknis turut dibahas, seperti kualitas layanan 4G yang belum optimal di beberapa gampong pasca bencana hidrometeorologi, gangguan jaringan internet, serta keterbatasan cakupan layanan digital. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat digitalisasi gampong tengah digencarkan untuk meningkatkan pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, pihak Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi dan pengecekan berkala guna memastikan kualitas layanan jaringan semakin optimal.
Ke depan, pengembangan ekosistem digital di Lhokseumawe akan diarahkan secara komprehensif melalui pembentukan cloud ecosystem, penguatan konektivitas data, serta pembangunan creative space dan digital innovation hub berbasis kolaborasi lintas sektor.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak technopreneur lokal serta memperkuat daya saing sumber daya manusia di era digital.
Sebagai tindak lanjut, sejumlah langkah strategis disepakati, mulai dari integrasi command center, percepatan jaringan 5G, optimalisasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), hingga pengembangan startup lokal.
“Harapannya, transformasi digital ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan membuka lebih banyak peluang di Lhokseumawe,” tutup Sayuti Abubakar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....