Unimal dan MGMP SMA Kota Lhokseumawe Revitalisasi Pembelajaran Pasca Banjir

  • 04 Jun 2026 03:48 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabanjir, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Malikussaleh bersama MGMP Matematika SMA Kota Lhokseumawe melaksanakan program “Revitalisasi Pembelajaran Pascabanjir melalui Pelatihan Virtual Reality (VR) sebagai Media Edukasi dan Self-Healing” di SMA Negeri 1 Lhokseumawe.

Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 Juni dan 12–13 Juni 2026 ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Pendanaan 2026.

Program ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan pemulihan proses pembelajaran yang terdampak banjir dan sempat mengganggu aktivitas pendidikan di sejumlah sekolah.

Tidak hanya menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana, bencana banjir juga berdampak pada kondisi psikologis guru dan peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) dipilih sebagai solusi inovatif untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna, sekaligus mendukung proses pemulihan emosional melalui aktivitas edukatif yang menyenangkan.

Melalui program ini, para guru dibekali keterampilan mengembangkan media pembelajaran berbasis VR yang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan self-healing bagi peserta didik dalam menghadapi dampak pascabencana.

Pelatihan diikuti oleh guru-guru yang tergabung dalam MGMP Matematika SMA Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini menghadirkan tim dosen Universitas Malikussaleh sebagai narasumber dan pendamping dalam pengembangan media berbasis VR. Ketua pelaksana kegiatan, Yulia Zahara, S.Si., M.Mat., menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi Virtual Reality sebagai media pembelajaran yang lebih interaktif dan realistis serta relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.

“Virtual Reality tidak hanya dapat digunakan untuk menyajikan materi pembelajaran secara lebih konkret dan menarik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media self-healing yang membantu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan menyenangkan bagi siswa setelah menghadapi situasi bencana,” ujar Yulia Zahara.

Pada tahap pertama yang dilaksanakan tanggal 3–4 Juni 2026, peserta memperoleh pelatihan pembuatan media VR menggunakan aplikasi Delightex Edu. Guru-guru dibimbing mulai dari pengenalan konsep Virtual Reality, perancangan konten pembelajaran, hingga pembuatan lingkungan virtual yang dapat digunakan sebagai media edukasi interaktif. Melalui aplikasi ini, peserta belajar mengintegrasikan berbagai objek tiga dimensi, gambar, video, dan elemen multimedia lainnya ke dalam ruang virtual yang dapat diakses oleh siswa.

Selanjutnya, pada tanggal 12–13 Juni 2026, pelatihan dilanjutkan dengan pemanfaatan aplikasi MileaLab sebagai platform pengembangan media VR yang lebih komprehensif. Pada sesi ini, peserta didampingi dalam merancang pengalaman belajar berbasis Virtual Reality yang dapat diterapkan pada berbagai materi pembelajaran matematika maupun kegiatan penguatan karakter dan kesehatan mental siswa.

Guru juga diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya yang telah dikembangkan serta memperoleh masukan dari tim pendamping.

Ketua MGMP Matematika SMA Kota Lhokseumawe, Drs. Dwi Joko Kencono, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin antara Universitas Malikussaleh dan MGMP Matematika SMA Kota Lhokseumawe. Menurutnya, pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengalaman langsung kepada guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis Virtual Reality. Kompetensi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mendukung transformasi pembelajaran yang lebih kreatif dan bermakna bagi siswa,” ungkapnya.

Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknologi VR, tetapi juga menghasilkan berbagai prototipe media pembelajaran dan media self-healing yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing.

Produk yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus mendukung pemulihan psikososial pascabencana.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian Universitas Malikussaleh bersama MGMP Matematika SMA Kota Lhokseumawe berharap tercipta ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di masa mendatang.

Sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas guru juga diharapkan terus berlanjut untuk menghasilkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....