Ekonom Unimal: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Tak Berdampak Signifikan

  • 04 Mei 2026 17:44 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe– Pemerintah resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per 4 Mei 2026. Meski kenaikan harga tergolong tinggi—di mana jenis seperti Pertamax Turbo dan Dexlite menyentuh angka hampir Rp27.000 per liter—pengamat ekonomi dari Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr. Yulius Darma, menilai dampaknya terhadap ekonomi makro tidak akan signifikan.

Dalam keterangannya, Dr. Yulius menjelaskan bahwa segmen pengguna BBM non-subsidi mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas dan pemilik kendaraan mewah.

"Kalau kita bicara dampak, pasti ada. Namun, dampaknya tidak signifikan karena penggunanya adalah kalangan tertentu atau orang kaya. Sebenarnya, langkah ini memang sudah seharusnya diterapkan sejak dulu," ujar Dr. Yulius, Senin 4 Mei 2026.

Menurutnya, penyesuaian ini merupakan upaya pemerintah mengikuti fluktuasi harga minyak dunia. Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang tetap mempertahankan harga BBM subsidi (Pertalite dan Bio Solar), karena sektor itulah yang memegang kendali atas laju inflasi dan daya beli masyarakat luas.

Dampak ke Sektor Otomotif Mewah

Meskipun tidak mengguncang ekonomi secara nasional, Dr. Yulius memprediksi akan ada pergeseran di pasar otomotif, khususnya mobil-mobil kelas atas (high class).

"Dampaknya justru akan terasa pada harga jual kendaraan mewah bekas yang kemungkinan akan turun. Masyarakat menengah ke atas yang merasa daya belinya berkurang akibat biaya operasional BBM yang mahal, mungkin akan mulai beralih ke kendaraan yang lebih efisien atau menggunakan BBM yang lebih terjangkau," jelasnya.

Ia juga menyoroti perilaku pemilik kendaraan mewah yang selama ini masih kerap menggunakan BBM subsidi seperti Bio Solar untuk kendaraan jenis SUV tinggi.

"Secara teknis, mesin mobil mewah dirancang untuk BBM berkualitas tinggi. Penggunaan BBM subsidi dalam jangka panjang justru akan merusak mesin. Jadi, kenaikan ini sebenarnya juga menjadi pengingat bagi pemilik kendaraan untuk menyesuaikan bahan bakar sesuai standar pabrikan agar tidak terjadi kerusakan berat di masa depan," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....