Pemda Malra Sediakan Lapak Gratis bagi Pedagang Kuliner di Teras Dekranasda
- 16 Sep 2026 14:55 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyediakan fasilitas berjualan secara gratis bagi pedagang kuliner lokal melalui Pasar Malam Teras Dekranasda Toma Kuliner Evav di samping Landmark Ohoijang. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai lokasi berjualan yang lebih permanen sehingga pedagang tidak lagi berpindah tempat.
Plt Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Disperindagnaker) Kabupaten Maluku Tenggara, Netty Dahlan Uar, mengatakan fasilitas tersebut dibangun pemerintah daerah melalui Dekranasda untuk memberikan kepastian tempat berjualan bagi para pedagang. Pedagang tidak dikenakan sistem sewa dan dapat menggunakan meja yang telah disediakan untuk berjualan makanan lokal.
“Jadi pemerintah memberikan, membangun fasilitas ini untuk para pedagang ini. Jadi mereka, pemerintah lewat Dekranasda, itu untuk mereka berjualan bebas,” kata Netty kepada awak media usai pembukaan Pasar Malam Teras Dekranasda Toma Kuliner Evav di samping Landmark Ohoijang, Rabu (16/9/2026).
Netty menjelaskan, keberadaan fasilitas tersebut berawal dari relokasi pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan pasar malam karena adanya pengembangan dan pembangunan Landmark Ohoijang. Pedagang kemudian ditempatkan di kawasan Dekranasda dan pemerintah bersama sejumlah pihak melakukan pendataan kembali untuk memastikan seluruh pedagang yang berjualan tercatat.
Pendataan dilakukan melalui kolaborasi Dekranasda, Tim Penggerak PKK dan Disperindagnaker Kabupaten Maluku Tenggara. Data pedagang yang sebelumnya tercatat sekitar 15 orang kini berkembang menjadi 27 pedagang yang menempati fasilitas tersebut.
“Kami tetap berkolaborasi untuk menghimpun mereka, mendata kembali mereka, karena dulu mereka ini di bawah Dinas Sosial. Tetapi kemudian karena memang dalam perjalanan mereka sudah berdiri sendiri-sendiri, tanpa ada pendampingan lagi dari Dinas Sosial, makanya Dekranasda mengambil alih untuk mendampingi mereka,” ujarnya.
Menurut Netty fasilitas ini diprioritaskan untuk penjualan makanan lokal dan tetap membuka peluang bagi pedagang lain di sekitar lokasi apabila tersedia tempat. Namun, pengisian lapak akan menyesuaikan dengan ketersediaan meja yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Ia berharap keberadaan Teras Dekranasda dapat membantu pedagang mempertahankan usaha secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Masyarakat juga diajak datang dan berbelanja agar aktivitas perdagangan di lokasi tersebut terus berjalan.
Salah seorang pedagang, Tina Rado dari Ohoijang, menyambut baik keberadaan fasilitas baru ini karena lokasinya lebih terbuka dan memudahkan masyarakat melihat dagangan. Ia menjual sejumlah makanan lokal seperti kasbi, lat atau rumput laut, sambal goreng, ikan goreng dan enbal suami dengan harga mulai Rp5.000 hingga Rp10.000.
“Kalau di sini bisa langsung lihat. Kalau di dalam itu masih cari-cari,” kata Tina. Ia berharap fasilitas tersebut semakin dilengkapi, terutama penerangan pada malam hari agar pengunjung lebih nyaman berbelanja.
Pedagang lainnya, Mei, juga mengaku senang karena tempat berjualan yang baru lebih luas, nyaman dan permanen dibandingkan lokasi sebelumnya. Ia menjual berbagai makanan seperti sayur kuah, sirsir, lodeh, tahu, ikan puri, acar, daun pepaya, jantung pisang dan makanan rebusan dengan harga sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Cak dari Watdek, menilai keberadaan Pasar Malam Toma Kuliner Evav membantu masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan pelaku usaha. Kehadiran pasar tersebut juga memberi masyarakat pilihan untuk mendapatkan beragam makanan lokal di satu lokasi.
Diharapkan pasar tersebut terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang datang dan berbelanja produk kuliner lokal. Semakin ramai aktivitas jual beli, semakin besar pula peluang pedagang untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....