Persaudaraan dan Ain Ni Ain Jadi Pesan Utama Maulid Nabi di Malra
- 05 Sep 2026 04:46 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur – Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menjaga kedamaian, dan menghidupkan kembali nilai-nilai Ain Ni Ain dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Masjid Agung Raudhah, Langgur, Kamis (4/9/2026).
Menurut Thaher, Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan tahunan, tetapi juga kesempatan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan sikap menghargai sesama tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan saat ini.
"Rasulullah SAW adalah teladan kita. Beliau mengajarkan kepada kita kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, keadilan, sikap menghargai sesama dan kemampuan membangun persaudaraan di tengah perbedaan," kata Thaher.
Ia mengatakan masyarakat Maluku Tenggara memiliki warisan budaya Ain Ni Ain yang mengajarkan bahwa seluruh masyarakat adalah saudara yang harus saling membantu dan menjaga. Nilai tersebut sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW yang menempatkan persaudaraan dan kebersamaan sebagai landasan kehidupan sosial.
Thaher menilai persaudaraan dan kedamaian merupakan modal utama pembangunan daerah. Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan perbedaan pilihan, kelompok, maupun pandangan sebagai alasan untuk memutus hubungan kekeluargaan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan serta memperkuat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat.
"Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda dalam persaudaraan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai kehilangan rasa hormat," ujarnya.
Thaher juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin memengaruhi kehidupan generasi muda. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi yang benar, mempererat persaudaraan, serta membangun daerah, bukan menjadi sarana penyebaran kebencian dan perpecahan.
Selain itu, ia mengajak para orang tua, guru, tokoh agama, dan tokoh masyarakat bersama-sama membentengi generasi muda dengan iman, ilmu pengetahuan, dan akhlak. Generasi muda harus dibekali nilai agama dan budaya agar mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....