Budaya Kei jangan Luntur Generasi Muda Wajib Menjaga
- 16 Sep 2026 19:15 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur - Kepala Ohoi Langgur Kabupaten Tenggara, Hironimus Justinus Sohak Dumatubun mengajak generasi muda Kei untuk menjaga serta merawat budaya daerah ini dengan penuh cinta dan bangga untuk menghargai nilai-nilai luhur, kesucian tradisi dan menghoramti para leluhur yang menciptakan budaya Kei.
Olehnya itu, kenapa penting bagi generasi muda untuk menjaga dan merawat serta melestarikan budaya Kei ini, karena budaya sebagai warisan berharga yang wajib dilindungi, di pelajari secara benar, dan di wariskan ke generasi berikutnya tanpa merusak.
"Kami punya tekad yang kuat untuk mengajak generasi muda evav ini agar belajar merawat nilai-nilai budaya. Maka itu kami tekankan kepada masyarakat pada umumnya terutama generasi muda sebagai pewaris budaya Kei ke depan." Ucap Hiron
Hukum adat Larvul Ngabal bukan sekedar romantis sejarah masa lalu, melainkan fondasi moral dan jatindiriasyarakat Kei (Evav) yangbharus di hidupkan oleh generasi muda agar tidak hilang termakan zaman.
Menurut Hiron sapaan akrabnya. Bahasa daerah, pakaian adat, dan musik trdisional maupun lainnya bahwa kesemua ini intinya itu ada di Larvul Ngabal hukum adat yang mengajarkan 3 hal: hormat kepada Tuhan, hormat kepada sesama, dan hormat kepada alam.
"Selama tiga itu dijaga, desa kita aman. Tidak ada ribut, tidak ada iri. Semua karena adat," jelasnya.
Namun belakangan ia melihat ada yang berubah. Anak-anak lebih fasih bahasa gaul daripada bahasa Kei bahkan tidak tahu tentang hukum adat larvul ngabal.
"Saya sedih. Kalau yang muda tidak mau belajar, 10 tahun lagi siapa yang pegang tifa? Siapa yang jadi soa-soa di adat?" ujarnya dengan nada prihatin.
Tantangannya menurut kepala desa bukan HP atau internet. "Teknologi tidak salah. Yang salah kalau kita lupa pakai saringan adat." Ia mencontohkan, di media sosial sering muncul ujaran kebencian. Padahal di Larvul Ngabal jelas diajarkan Ain Ni Feen saling menghargai sesama manusia.
Karena itu, Akan didirikan salah satu yayasan pendidikan budaya untuk mengajak pemerintah desa menggandeng tokoh adat maupun sejarawan kei untuk memberikan edukasi sejak dini kepada generasi Evav.
Kepala desa juga meminta orang tua di rumah untuk mulai lagi. Cerita ke anak sebelum tidur. Ajak ke acara adat. Jangan tunggu disuruh. "Rumah itu sekolah pertama. Kalau di rumah tidak diajarkan, di sekolah dan di desa juga percuma," tegasnya.
Ia percaya generasi muda Kei itu hebat. Tinggal diberi ruang dan contoh. "Kalian itu pewaris. Punya marga, punya tanah, punya bahasa. Jangan sampai kita jadi orang Kei yang tidak tahu Kei," pesannya kepada pemuda kei.
Saat tradisi bertemu modernisasi, bagi masyarakat Kei, hukum adat Larvul Ngabal dan falsafah Ai Ni Ain (Kita semua bersaudara) bukan sekedar aturan hukum kuno, Iya adalah modal. Ketika pasal-pasal mengajar penghormatan tertinggi kepada perempuan sebagaimana sejarah mengabadikan keluhuran Nen Dit Sakmas, ia sebenarnya adalah pelindung martabat kemanusiaan yang paling murni.
Budaya Kei jangan Luntur Generasi Muda wajib menjaga ingat ini, kita jaga bukan untuk leluhur saja. Kita jaga untuk anak cucu kita nanti, karena selama adat masih hidup, jati diri orang Kei tidak akan pernah mati," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....