Urban Farming Jadi Solusi Pangan di tengah Keterbatasan Lahan
- 06 Okt 2026 01:46 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Tual - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kota Tual, Agil Assegaf, kepada rri.co.id Senin (5/10/2026) mengatakan, penguatan ketahanan pangan di daerah membutuhkan keterlibatan dan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar program pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat dapat berjalan secara optimal.
Menurut Agil, kondisi geografis Kota Tual dengan luas daratan yang relatif terbatas membuat pengembangan pertanian perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah perkotaan. Karena itu, pertanian dalam skala kecil menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan masyarakat.
| Baca juga: Daun Kemangi Jadi Solusi Herbal Multiguna |
“Ini gerakan berarti merupakan sebuah tanggung jawaban bersama. Kolaborasi stakeholder untuk melaksanakan gerakan ini, program ini, sehingga benar-benar kebutuhan pangan masyarakat itu bisa terpenuhi,” kata Agil.
Salah satu konsep yang dinilai sesuai untuk kondisi tersebut adalah urban farming atau pertanian perkotaan. Konsep ini memungkinkan masyarakat memanfaatkan lahan terbatas, termasuk pekarangan rumah, untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri.
“Urban farming atau pertanian dalam perkotaan itu juga didesain sehingga pekarangan-pekarangan masyarakat yang tidak punya tanah pun kan bisa menanam dengan media tanam,” ujarnya.
Agil menjelaskan, urban farming tidak selalu membutuhkan lahan luas maupun media tanam konvensional. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai bahan yang tersedia di sekitar, seperti botol dan galon, baik dengan menggunakan tanah maupun melalui metode hidroponik sehingga keterbatasan lahan tidak menjadi hambatan dalam mendukung ketahanan pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....