Beberapa Golongan Anak Harus Diruwat, Anda Salah Satunya?
- 18 Sep 2024 15:57 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Sukerta atau kotoran batin adalah hal yang harus dibuang dari diri seseorang dengan cara diruwat. Ada beberapa anak atau orang-orang yang harus dibersihkan dari sukerta dengan jalan ruwatan.
Ruwatan menjadi jalan untuk membuang sukerta/kesialan dari diri seseorang dan memberikan energi positif agar masa depannya lebih baik. Merupakan hutang bagi orang tua untuk menyelenggarakan ruwatan jika mempunyai anak yang menyandang sukerta.
Terdapat beberapa golongan anak yang wajib diruwat menurut kepercayaan masyarakat Jawa. Berikut adalah beberapa golongan anak yang menyandang sukerta tersebut.
- Ontang-Anting : anak tunggal laki-laki
- Unting-unting : anak tunggal perempuan
- Uger-uger lawang : dua anak seluruhnya laki-laki
- Kembang sepasang : dua anak seluruhnya perempuan
- Cukil Dhulit : tiga anak seluruhnya perempuan
- Gotong Mayit : tiga anak seluruhnya laki-laki
- Saka Panggung : empat anak seluruhnya laki-laki
- Sarimpi : empat anak seluruhnya perempuan
- Pandhawa : lima anak seluruhnya laki-laki
- Pancagati : lima anak seluruhnya perempuan
- Kedhana-Kedhini : dua bersaudara laki-laki dan perempuan
- Sendhang kapit Pancuran : tiga bersaudara dua laki-laki satu perempuan, dengan anak perempuan berada di tengah atau lahir kedua.
- Pancuran kapit sendhang : tiga bersaudara dua perempuan satu laki-laki, dengan anak laki-laki berada di tengah atau lahir kedua.
- Kembar : dua bersaudara yang lahir bersaamaan
- Dhampit : dua saudarakembar laki-laki dan perempuan
- Gondhang kasih : sepasang anak kembar dengan perbedaan warna kulit
- Ipil-ipil : lima bersaudara dengan satu perempuan empat laki-laki
- Podangan : lima bersaudara dengan satu laki-laki empat perempuan.
- Jempina : anak yang lahir sebelum waktunya (prematur)
- Julung caplok : anak yang lahir pada saat terbenamnya matahari
- Julung Kembang : anak yang lahir saat terbitnya matahari
- Julung sungsang : anak yang lahir pada saat tengah hari
Dari semua golongan di atas tentu tidak semua terjadi dalam kehidupan. Akan tetapi beberapa kriteria tersebut banyak dialami oleh banyak orang.
Banyak yang menganggap sukerta hanya sebagai mitos belaka. Namun, bagi yang masih percaya dengan tradisi kejawen akan membenarkan adanya golongan-golongan di atas.
Untuk menyelenggarakan tradisi ruwatan memang mememrlukan perlengkapan dan biaya yang tak sedikit. Oleh karena itu, banyak yang kemudian menggelarnya secara bersama-sama agar lebih ringan.
Prosesi ruwatan biasanya dilaksanakan dengan doa dan pemotongan rambut sebagai simbol menghilangkan sukerta. sebagai puncaknya akan digelar sajian wayangan dengan lakon murwakala oleh dalang ruwat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....