Makna Filosofi Blangkon, Simbol Kebijaksanaan Pria Jawa

  • 01 Sep 2024 22:57 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Blangkon merupakan penutup kepala yang terbuat dari kain batik, digunakan oleh kalangan pria sebagai kelengkapan dari pakaian tradisional Jawa. Selain sebagai penutup kepala, blangkon yang dipakai juga menunjukkan strata sosial pemakainya di kalangan masyarakat.

Konon, blangkon digunakan sebagai simbol untuk membedakan antara kaum bangsawan keraton dan masyarakat biasa. Masyarakat umum biasanya hanya menggunakan iket sebagai penutup kepala.

Orang Jawa beranggapan jika kaum laki-laki memiliki arti penting, sehingga pelindung kepala pria menjadi yang diutamakan. Lantas apa makna filosofi dari blangkon dalam penggunaan sehari-hari?

Blangkon menjadi simbol tersendiri bagi kaum pria yang hidup di Jawa. Di balik bentuknya yang sederhana, blangkon memiliki makna yang tinggi.

Makna keindahan dari blangkon itu sendiri, makna etika yang dapat dilihat dari kepribadian masyarakat Jawa pada masa itu. Asal-usul nama blangkon berasal dari kata blangko yang berarti mencetak kosong atau meciptakan kekosongan.

Dalam konteks kehidupan manusia, kosong dapat diartikan sebagai keadaan ketika pikiran dan hati kita bebas dari segala pemikiran serta keinginan yang mengikat. Kosong adalah keadaan di mana kita melepaskan ego dan identitas diri, sehingga kita menjadi mampu menerima apa adanya tanpa penilaian atau prasangka.

Dalam keadaan kosong, kita dapat mencapai keadaan pikiran yang jernih dan hati yang terbuka, sehingga kita dapat mengalami kehidupan dengan lebih utuh dan autentik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....