Simbolisasi Jadah Tujuh Warna dalam Upacara Tedhak Siten

  • 19 Jul 2024 17:54 WIB
  •  Semarang

BRN, Semarang Jadah atau tetel atau ada juga yang menyebut gemblong, terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan kelapa dan garam, dikukus atau kemudian dihaluskan dan dicetak sesuai dengan kebutuhan. Memiliki cita rasa gurih.

Dalam tradisi tedhak siten jadah diberi pewarna alami atau pewarna makanan maka rasa dan makna yang dikandung pun jadi lain. Makna yang terkandung dari jadah adalah perjalanan hidup yang akan dilalui oleh si anak. Menggambarkan kehidupan yang penuh cobaan, suka dan duka sehingga membutuhkan keuletan.

Seperti yang termuat dalam laman webside disbudpar Yogyakarta, Jadah tujuh macam warna melambangkan suatu harapan agar anak dalam setiap harinya dapat mengatasi berbagai macam kesulitan. Jadah tujuh warna ini masing-masing melambangkan arti harapan dan doa yang berbeda-beda.

Tujuh makna jadah antara lain:

  1. Hitam: memiliki arti kecerdasan.

Diharapkan Sang Anak dapat memiliki kecerdasan yang tinggi, cerdas dalam menghadapi segala hal.

  1. Ungu : memiliki arti ketenangan.

Diharapkan dimasa yang akan datang, Sang Anak dapat bersikap tenang dalam pengambilan keputusan.

  1. Biru : memiliki arti kesetiaan

Diharapkan sang anak memiliki rasa kesetiaan.

  1. Hijau: memiliki arti kemakmuran.

Diharapkan kelak Sang Anak memiliki kehidupan yang makmur sejahtera.

  1. Merah: memiliki arti keberanian.

Diharapkan Sang Anak memiliki keberanian dalam menjalani kehidupannya dimasa yang akan datang.

  1. Kuning: memiliki arti kekuatan.

Diharapkan anak dapat memiliki kekuatan dalam hidupnya dan mencapai kejayaan.

  1. Putih: memiliki arti kesucian.

Diharapkan Sang Anak memiliki kesucian hati kelak dikemudian hari.

Tujuh warna yang disiapkan dalam acara tedhak siten mempunyai makna yang sangat dalam diharapkan bisa menyatu dalam jiwa dan pikiran ananda sebagai bekal dalam kehidupannya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....