Ikan Red Devils Ancaman Terbesar Ekosistem Danau Toba

  • 07 Mei 2024 07:50 WIB
  •  Medan


KBRN, Medan: Di tengah gemerlapnya Danau Toba, salah satu keajaiban alam terbesar di Indonesia, terdapat cerita menarik yang kini mengundang perhatian para penggemar akuatik dan peneliti alam. Ikan Red Devils, yang sebelumnya tidak begitu dikenal, kini menjadi bahan pembicaraan di perairan legendaris ini.

Dilansir dari situs Gramedia Januari 2023 ikan Red Devils (Amphilophus labiatus) adalah ikan yang ganas, warna cerah dan sifatnya yang agresif. Ikan yang awal mulanya ditemukan di perairan Amerika Tengah terutama di Danau Managua dan danau Nikaragua, mudah berkembang biak karena betina bisa mengeluarkan ribuan telur, dan dapat bertelur sepanjang tahun serta hidup di perairan tropis dengan suhu air 21 sampai 26 derajat celcius, dengan kandungan pH sekitar 6.0-8.0, menurut laporan Fish Keeping World.

Namun, persoalan muncul ketika spesies ini ada di Danau Toba yang jauh dari habitat aslinya. Meskipun masih belum jelas bagaimana ikan ini sampai ke danau yang berlokasi di Sumatera Utara ini, banyak teori bermunculan. Beberapa ahli percaya bahwa ikan ini mungkin dibawa oleh para penggemar ikan hias yang kemudian sengaja melepaskannya ke dalam danau.

Kehadiran ikan Red Devils di Danau Toba bukan hanya menjadi fenomena menarik bagi penggemar ikan, tetapi dampaknya terhadap ekosistem danau. Diketahui, ikan Red Devils dikenal sebagai spesies yang cukup agresif dan memiliki kebiasaan pemangsa yang kuat, sehingga potensial menjadi ancaman bagi spesies ikan lokal.

Manihuruk , seorang nelayan dari Desa Tongging merasakan dampak dari kehadiran ikan red devil ini.

“Ikan Red Devils ini mucul sejak sepuluh tahun yang lalu, ikan ini ditabur oleh orang yang tidak dikenal, pada awalnya kami berpikir bahwa ikan yang ditabur itu adalah bibit ikan mas karena bentuk fisik awalnya dan warnanya sama. Sekarang ini sudah sangat banyak dan memakan telur dan bibit ikan endemik Danau Toba ini. Sudah susah mendapatkan ikan mas dan nila misalnya,” ujar Manihuruk.

Para peneliti sedang aktif memantau perilaku dan populasi ikan Red Devils di Danau Toba, sambil berusaha mengevaluasi dampaknya terhadap ekosistem lokal. Beberapa langkah konservasi juga telah diusulkan untuk mengendalikan penyebaran ikan ini, termasuk penangkapan ikan secara selektif dan kampanye penyuluhan kepada masyarakat lokal tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem danau.

Pemerintah sampai-sampai mengeluarkan kebijakan yang menyatakan ikan ini termasuk spesies yang merugikan.
Menurut Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 19/ Permen-KP/2020, iklan iblis merah termasuk salah satu ikan yang merugikan sehingga dilarang untuk dimasukkan, dibudidayakan, diedarkan, dikeluarkan/ dilepasliarkan ke dalam wilayah perairan Indonesia.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....