Berbagai Aksesoris Lilitan Kepala dari Buton dan Maknanya

  • 30 Apr 2025 17:20 WIB
  •  Baubau

KBRN, Baubau: Masyarakat Kepulauan Buton (Kepton) yang menjadi wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memiliki aksesoris lilitan kepala atau destar yang oleh masyarakat Buton disebut kampurui.

Secara umum, aksesoris lilitan kepala juga dapat ditemukan di hampir setiap daerah di Nusantara atau hari ini dikenal di negara Republik Indonesia (RI).

Terkhusus di Kepton, kampurui rupanya memiliki berbagai bentuk dan maknanya masing-masing. Kampurui merupakan lilitan kepala dari kain tenun yang menjadi semacam aksesoris pelengkap dari pakaian adat kebesaran masyarakat suku Buton baik dari kalangan yang disebut Kaomu maupun Walaka. Utamanya bagi pemangku adat sejak zaman Kesultanan Buton hingga saat ini.

"Kampurui bataawi, bahannya dari kain batik yang diadopsi dari kebudayaan jawa,” ucap salah satu penggiat kampurui di Kota Baubau, Baharuddin, Rabu (30/5/2025).

Selain itu, Baharuddin menerangkan terdapat dua jenis kampurui yang bahannya juga berasal dari kain batik yang mengadopsi budaya Jawa yaitu kampurui padhamalala dan kampurui manumanu. Sedangkan ada juga dua jenis kampurui dari bahan yang sama yakni dari kain hitam polos disebut kampurui Bhata-bhatasi dan kampurui bewe poporoki.

Ia menjelaskan untuk penggunaan kampurui bewe patawala dipakai oleh kaum bangsawan Buton baik Sara Ogena (Pemerintah Kesultanan Buton) maupun Sara Kidina (Perangkat Masjid Agung Keraton). Namun, Kampurui bewe patawala juga boleh dikenakan oleh kaum Walaka yang pada saat upacara pernikahan oleh pengantin pria. Sedangkan kampurui bewe batawi dipakai oleh Sara Kidina.

Sementara kampurui bewe poporoki, padhamalala dan kampurui bhata-bhatasi merupakan lilitan kepala yang dipakai oleh Sara Ogena (Sultan dan Pejabat Siolimbona). Untuk kampurui manumanu biasanya dipakai perangkat Sara Kidina yang disebut tungguna ganda.

“Setiap seseorang yang memakai kampurui itu menunjukkan makna status sosial atau kedudukan atau pangkatnya di dalam adat Kesultanan Buton,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....