Mesjid Abu Indrapuri : Perbedaan Tradisi Pemicu Ketegangan
- 02 Mar 2025 09:52 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Video keributan antar jamaah di Masjid Abu Indrapuri, Aceh Besar, pada Jumat (28/2) kemarin menjadi viral di media sosial dan menyebar luas di kalangan masyarakat. Insiden ini memicu perhatian publik karena melibatkan perbedaan praktik ibadah di antara sesama Muslim.
Berdasarkan laporan, keributan bermula ketika sekelompok jamaah dari kalangan dayah mulai membaca shalawat bersama setelah shalat Jumat dan hendak melaksanakan shalat i’adah zhuhur—shalat sunnah yang dilakukan setelah shalat Jumat.
Namun, beberapa jamaah lain yang berasal dari kalangan non-dayah menegur dan meminta agar kegiatan tersebut tidak dilakukan di masjid tersebut. Hal ini kemudian memicu ketegangan dan berujung pada saling dorong antar kedua kelompok jamaah.
Ketegangan akhirnya bisa diredakan setelah pihak keamanan dan warga setempat turun tangan untuk memisahkan kedua belah pihak serta mengeluarkan mereka dari area masjid.
Sebagai informasi, Masjid Abu Indrapuri selama ini tidak memiliki kebiasaan membaca shalawat secara berjamaah atau mendirikan shalat i’adah zhuhur setelah shalat Jumat. Perbedaan ini diduga menjadi salah satu pemicu perselisihan di antara jamaah yang hadir.
Namun, perlu dipahami bahwa dalam Islam, perbedaan dalam praktik ibadah sering kali terjadi di berbagai daerah dan kelompok masyarakat. Hal ini berkaitan dengan perbedaan mazhab, tradisi keagamaan, serta pemahaman fiqh yang berkembang di masing-masing komunitas Muslim.
Agar kejadian serupa tidak terulang di Jumat mendatang, penting bagi pihak-pihak terkait untuk segera melakukan mediasi dan musyawarah. Para ulama, tokoh masyarakat, dan pengurus masjid diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada jamaah bahwa perbedaan dalam praktik ibadah bukanlah alasan untuk berselisih apalagi bertikai.
Islam mengajarkan persatuan dan persaudaraan di antara sesama Muslim. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai..." (QS. Ali Imran: 103).
Dengan adanya dialog yang baik dan sikap saling menghormati, diharapkan masjid tetap menjadi tempat ibadah yang damai, tanpa adanya perpecahan akibat perbedaan pemahaman.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....