Legenda Asal-usul Sungai Pemali Brebes

  • 01 Mar 2025 23:22 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Brebes berada di Jalur Pantura Jakarta ke Semarang ataupun sebaliknya. Daerah yang terletak di ujung barat Jawa Tengah yang berbatasan dengan Cirebon sebagai pintu gerbang Jawa Barat.

Melintasi Kabupaten Brebes dari arah barat, tepat sebelum masuk kota Brebes, kita akan menjumpai sebuah sungai yang disebut sungai Pemali. Konon, sungai ini sebagai pagar yang melindungi masyarakat Brebes dari serangan-serangan astral bermaksud jahat akan jatuh ke dalam sungai Pemali.

Sungai Pemali adalah sungai yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Panjang sungai Pemali mencapai 125,4 Km.

Sungai Pemali mempunyai hulu sungai di wilayah winduaji kecamatan Paguyangan kabupaten Brebes. Dan mempunyai kurang lebih 106 sumber mata air yang tersebar di beberapa daerah. Dan sumber yang paling besar yaitu mata air tuk sirahsirah yang ada di Sirampog.

Nama sungai Pemali berasal dari bahasa Sunda, pamali, yang berarti pantangan.

Meskipun masyarakat yang berdiam di daerah sepanjang sungai Pemali hampir semuanya berbahasa Jawa. Tetapi ada juga sebagian masyarakat terutama yang tinggal di wilayah selatan dan barat daya, berbahasa Sunda.

Terkait dengan asal-usul nama sungai Pemali berasal dari bahasa Sunda, Pamali, yang berarti pantangan. Dalam mitologi, kisah sungai tersebut juga tidak jauh dari cerita Ciung Wanara.

Cerita ini berawal dari Prabu Permana, seorang raja pemimpin kerajaan Galuh yang sangat luas. Berwilayah terbentang dari Ujung Kulon hingga muara sungai Brantas di Jawa Timur.

Sang Prabu bermaksud melepaskan tahta dan menyepi, mendekatkan diri pada Sang Hyang Tunggal. Mahkota kerajaan pun kemudian diberikannya kepada salah satu menterinya, yang paling dipercayainya, Arya Kebonan.

Prabu Permana mempunyai dua istri, Dewi Pangreyep dan Dewi Naganingrum.

Dewi Pangrenyep kemudian melahirkan seorang bayi laki-laki yang kemudian dinamai Hariang Banga. Dewi Nagaringrum, juga melahirkan seorang bayi laki-laki yang kemudian dinamai Ciung Wanara.

Baik Ciung Wanara dan Hariang Banga, keduanya terkenal sangat menguasai ilmu olah kanuragan dan pandai berkelahi. Hingga perkelahian mereka sampai ke sebuah tepian sungai.

Saat itulah Nagawiru alias Ajar Sukaresi yang telah mewujud kembali sebagai Prabu Permana, datang melerai. Prabu Permana kemudian mengungkapkan jika sebenarnya mereka berdua adalah bersaudara, dan pamali (larangan) bagi saudara saling berkelahi.

Akhirnya Prabu Permana membagi kekuasaan kerajaan Galuh berbataskan sungai tersebut.

Wilayah di sebelah timur sungai diberikannya kepada Hariang Banga yang kemudian mendirikan kerajaan Jawa. Dan wilayah di sebelah barat, diberikan kepada Ciung Wanara yang suatu saat mendirikan kerajaan Pasundan.

Sementara sungai tersebut kemudian dinamakan Cipamali atau Sungai Pamali. Kemudian lebih terkenal dengan nama Sungai Pemali atau Kali Pemali dalam sebutan masyarakat Brebes.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....