Mengenal Perbedaan antara Seni Jalanan Mural dan Graffiti

  • 20 Jan 2025 15:31 WIB
  •  Makassar

KBRN,Makassar : Seni jalanan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap perkotaan modern. Dua bentuk seni yang sering disandingkan adalah mural dan grafiti. Meskipun keduanya melibatkan penggambaran pada permukaan, terutama dinding, namun keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Banyak diantara kita yang masih bingung apa perbedaan mural dan graffiti. Jika dilihat secara media, biasanya mural dan graffiti memang sering dibuat di atas media dinding. Khususnya di jalanan, mungkin banyak diantara kalian yang melihat lukisan dinding dengan berbagai macam karakter atau pun bentuk tulisan lainnya.

Sebelum kita membandingkan mural dan graffiti, akan lebih baik jika kita sama-sama mengetahui apa arti atau pengertian daripada Graffiti.

Dikutip dari laman imural.com, grafiti adalah coretan-coretan pada dinding yang menggunakan komposisi warna, garis, bentuk, dan volume untuk menuliskan kata, simbol, atau kalimat tertentu. Alat yang digunakan pada masa kini biasanya cat semprot kaleng. Sebelum cat semprot tersedia, grafiti umumnya dibuat dengan sapuan cat menggunakan kuas atau kapur.

Jadi, perbedaan mural dengan graffiti yaitu jika mural gambar yang dibuat lebih bebas dan luas, sedangkan untuk graffiti berupa tulisan atau kata-kata. Dan biasanya untuk jaman sekarang graffiti lebih sering dibuat dengan menggunakan cat semprot.

Dari perspektif lain,mural seringkali dianggap sebagai bentuk seni yang lebih formal dan terencana. Karya mural biasanya melibatkan proses perencanaan yang matang, mulai dari konsep hingga pemilihan warna. Seniman mural sering kali bekerja sama dengan komunitas atau pihak berwenang untuk menciptakan karya yang estetis dan relevan dengan lingkungan sekitar. Tema yang diangkat dalam mural pun beragam, mulai dari isu sosial, budaya, hingga keindahan alam.

Grafiti, di sisi lain, lebih spontan dan ekspresif. Seniman grafiti seringkali menggunakan teknik spray paint untuk menciptakan karya yang cepat dan dinamis. Karya grafiti seringkali berupa tulisan tag, simbol, atau gambar abstrak yang mencerminkan identitas individu atau kelompok. Lokasi pembuatan grafiti pun lebih beragam, mulai dari dinding bangunan, kereta api, hingga jembatan.

Jadi perbedaan utama antara mural dan grafiti terletak pada tujuan dan pesan yang ingin disampaikan. Mural lebih menekankan pada keindahan visual dan pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas. Sementara itu, grafiti lebih mengedepankan ekspresi diri dan identitas individu atau kelompok.

Dari segi legalitas, mural umumnya lebih diterima oleh masyarakat dan pihak berwenang. Banyak pemerintah kota yang mendukung keberadaan mural sebagai bentuk seni yang dapat mempercantik kota. Sebaliknya, grafiti seringkali dianggap sebagai vandalisme dan dapat dikenai sanksi hukum.

Perkembangan teknologi juga turut memengaruhi kedua bentuk seni ini. Munculnya aplikasi edit gambar dan media sosial memungkinkan seniman mural dan grafiti untuk berbagi karya mereka dengan lebih luas. Selain itu, penggunaan stencil dan proyektor juga mempermudah proses pembuatan mural.

Dalam beberapa tahun terakhir, batas antara mural dan grafiti semakin kabur. Banyak seniman yang menggabungkan elemen-elemen dari kedua bentuk seni ini untuk menciptakan karya yang unik dan inovatif. Hal ini menunjukkan bahwa seni jalanan terus berkembang dan beradaptasi dengan zaman.

Mural dan grafiti adalah dua bentuk seni yang saling melengkapi. Meskipun memiliki perbedaan yang cukup signifikan, keduanya sama-sama memiliki peran penting dalam memperkaya kehidupan perkotaan. Dengan memahami perbedaan antara keduanya, kita dapat lebih menghargai keindahan dan keragaman seni jalanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....