Pembelian BBM Subsidi Tepat Sasaran Melalui MyPertamina
- 27 Des 2024 14:05 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Pada 2025 pemerintah memperketat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi khusus kendaraan bermotor milik pribadi. Pada praktiknya banyak kendaraan yang seharusnya membeli BBM nonsubsidi justru membeli BBM bersubsidi terutama kendaraan di atas 2.000 cc. Pemerintah melalui apk MyPertamina menjadikan pembelian BBM subsidi lebih tepat sasaran.
Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan tiga pilihan penyaluran subsidi BBM dan listrik agar lebih tepat sasaran. Pertama, seluruh subsidi BBM dialihkan menjadi bantuan langsung tunai (BLT). Kedua, mempertahankan BBM bersubsidi untuk transportasi dan fasilitas umum guna menekan laju inflasi, sementara subsidi masyarakat dialihkan dalam bentuk BLT. Ketiga, menaikkan harga BBM subsidi.
Agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran, masyarakat terlebih dahulu mendaftar lewat aplikasi QR Code MyPertamina. Barcode yang dikeluarkan pihak pertamina digunakan untuk membeli BBM subsidi, seperti pertalite ataupun solar.
Jika belum memiliki barcode Pertamina atau belum mendaftarkan kendaraannya di MyPertamina, pembelian BBM subsidi tidak dilayani. Artinya, kendaraan tersebut hanya dilayani untuk pembelian Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, atau Pertamina Dex.
Sampai saat ini, pemerintah tetap mempertahankan harga jual BBM subsidi, yakni Pertalite seharga Rp10.000 per liter. Sedangkan, harga solar bersubsidi atau Biosolar Rp6.800 per liter. Hadirnya aplikasi MyPertamina menunjukkan transparansi serta mencegah terjadinya penyalahgunaan subsidi.
Bagi masyarakat yang memiliki barcode BBM subsidi dapat membeli pertalite dengan harga Rp10.000/L dengan batasan 120 L/hari. Melalui peraturan yang berbasis digital ini, kebocoran subsidi akan dapat diminimalisir, sehingga anggaran subsidi bisa disalurkan sesuai peruntukkannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....