Barongan Kesenian Khas Kabupaten Demak

  • 17 Des 2024 07:50 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Barongan Demak adalah kesenian tradisional khas Kabupaten Demak, yang ada sejak era Kerajaan Demak, sekitar lima abad lalu. Kesenian ini diwariskan secara turun-temurun dan tetap populer di kalangan masyarakat, khususnya di Desa Gebang, Kecamatan Bonang.

Barongan Demak menggambarkan perjuangan para ulama saat membuka hutan Glagah Wangi. Dalam cerita tersebut, para ulama menghadapi perlawanan dari siluman penghuni hutan.

Setelah berhasil dikalahkan, siluman tersebut bersedia bersatu untuk membangun Kerajaan Demak Bintoro. Kesenian ini memiliki ciri khas dalam alur cerita dan kostum yang digunakan.

Pemain barongan mengenakan pakaian dengan motif batik khas pesisiran, seperti ulam segaran, semangka tegalan, dan tiga rangsak. Semua busana itu umumnya berwarna cerah dan mencolok.

Pertunjukan barongan melibatkan berbagai peran, antara lain: Narator: Membawakan alur cerita dan memberikan pengarahan pada setiap sesi pementasan. Pengrawit (Pemain Karawitan): Mengiringi musik pementasan dengan gamelan dan sinden, serta memberikan efek suara yang mendukung suasana pertunjukan.

Pemain Barongan: Memainkan karakter barongan, biasanya terdiri dari dua hingga tiga orang yang menggerakkan kepala dan tubuh barongan agar tampak hidup. Penari Kuda Lumping: Menampilkan tarian tradisional yang menggambarkan prajurit menunggang kuda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....