Batari Taji Siap Dukung 100 Hari Asta Cita

  • 25 Nov 2024 10:43 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Paguyuban Pecinta dan Pelestari Tosan Aji (Batari Taji) merayakan milad yang ketiga, Minggu (24/11/2024) dengan serangkaian acara bertema "Mengembangkan Budaya Peninggalan Sejarah, Memperkuat Jati Diri Bangsa." Acara tersebut difokuskan di Pendopo Semar Joglo Joyo Mulyo Pontianak Utara, yang dihadiri oleh anggota paguyuban, para budayawan, serta tokoh-tokoh masyarakat yang mendukung pelestarian budaya lokal, khususnya yang berkaitan dengan tosan aji atau senjata tradisional Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana Milad ke-3 Paguyuban Batari Taji, Muhammad Sule menegaskan pentingnya melestarikan Tosan Aji sebagai warisan budaya yang tak ternilai harganya. “Tosan Aji bukan hanya sekadar senjata, tetapi simbol keberanian, kearifan lokal, dan identitas bangsa. Sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia, pelestariannya menjadi langkah konkret dalam memperkuat jati diri bangsa di tengah arus globalisasi yang semakin deras,” ujar pria yang akrab disapa Cak Sule ini.

Peringatan milad ini juga sekaligus menjadi momentum untuk mendukung program 100 Hari Asta Cita, yang digagas oleh pemerintah untuk memajukan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia internasional. Sebagai bagian dari inisiatif ini, Batari Taji turut mengadakan berbagai kegiatan edukatif salah satunya seminar pengetahuan tentang pentingnya menjaga warisan budaya leluhur.

"Kami juga melakukan deklarasi dalam mendukung percepatan program 100 hari asta cita dalam menjadikan pontianak utara bebas narkoba, dan menjadi wilayah berbudaya dan religius," katanya.

Sejak didirikan pada 2021, Paguyuban Batari Taji telah berkomitmen untuk tidak hanya mengoleksi dan memelihara tosan aji, tetapi juga untuk memperkenalkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap helaan sejarahnya. Tosan Aji dianggap memiliki kekuatan simbolik yang besar, karena di setiap ukiran dan bentuknya terkandung filosofi yang mendalam, mencerminkan karakter dan kebijaksanaan nenek moyang.

Di sisi lain, Pemerhati dan Penggiat Budaya, Darmanto berharap, dengan semakin banyaknya generasi muda yang tertarik untuk terlibat dalam pelestarian budaya ini, Paguyuban Batari Taji dapat menjadikan tosan aji sebagai bagian integral dari identitas bangsa yang dikenal luas di dunia.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa budaya yang kaya ini adalah aset yang sangat berharga untuk masa depan,” ucapnya.

Melalui perayaan milad ini, Batari Taji tidak hanya merayakan perjalanan tiga tahun mereka, tetapi juga menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan budaya tosan aji, serta berperan aktif dalam mendukung upaya besar untuk memperkenalkan dan memajukan budaya Indonesia ke kancah internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....