KBRN,Kendari: dilansir dari Kincir.com Muhammad Ali, lahir Cassius Marcellus Clay Jr. pada 17 Januari 1942, adalah seorang petinju legendaris yang mengubah wajah dunia tinju dan olahraga secara keseluruhan. Ali dikenal karena kecepatan, kelincahan, dan kemampuan bertarungnya yang luar biasa, serta slogannya yang ikonik, "Float like a butterfly, sting like a bee". Ia menjadi juara dunia kelas berat tiga kali, pertama pada usia 22 tahun setelah mengalahkan Sonny Liston pada 1964. Ali kemudian mengganti namanya menjadi Muhammad Ali setelah bergabung dengan Nation of Islam, menandai perubahan signifikan dalam hidupnya baik secara pribadi maupun profesional.
Di luar ring tinju, Ali terkenal karena peranannya dalam isu sosial dan politik. Pada tahun 1967, ia menolak wajib militer AS untuk Perang Vietnam berdasarkan keyakinan agama dan moral, yang mengarah pada penangguhan lisensi bertinju serta kehilangan gelarnya. Penolakannya terhadap perang dan komitmennya terhadap hak-hak sipil membuatnya menjadi simbol keberanian dan perjuangan untuk keadilan sosial. Ali dengan tegas mendukung gerakan hak-hak sipil Afrika-Amerika dan menjadi salah satu tokoh paling terkenal yang berani berbicara tentang ketidakadilan rasial.
Warisan Ali melampaui olahraga. Ia diakui tidak hanya sebagai petinju terbesar sepanjang masa, tetapi juga sebagai aktivis dan simbol perdamaian. Setelah pensiun dari tinju, Ali terus bekerja untuk berbagai tujuan amal dan humaniter, serta berbicara tentang isu-isu kesehatan mental dan fisik. Pada tahun 2005, Ali dianugerahi Presidential Medal of Freedom oleh Presiden George W. Bush sebagai penghargaan atas kontribusinya terhadap dunia dan perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak manusia. Muhammad Ali meninggal pada 3 Juni 2016, tetapi namanya terus dikenang sebagai ikon global yang memperjuangkan kebebasan, keadilan, dan perdamaian
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....