Polda NTT Siapkan 3.068 Personel untuk Layani Mudik Idulfitri
- 12 Mar 2026 13:54 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur resmi menggelar Operasi Ketupat Turangga 2026 , berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026 memastikan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah berjalan aman, nyaman, dan lancar.
Hal tersebut disampaikan Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H. usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Turangga 2026, Kamis 12 Maret 2026, di Lapangan Bhayangkara Mapolda NTT.
“Operasi Ketupat Turangga 2026 merupakan bentuk kesiapan Polri bersama instansi terkait dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan operasi tersebut Polda NTT mengerahkan 3.068 personel gabungan, terdiri dari 1.144 personel Polri dan 1.924 personel dari instansi terkait.
Personel tersebut akan ditempatkan di berbagai pos yang telah disiapkan guna mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat, yakni 91 Pos Pengamanan, 38 Pos Pelayanan, 27 Pos Terpadu serta 26 pos lainnya yang tersebar di sejumlah wilayah strategis di Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, pengamanan dan pelayanan juga difokuskan pada berbagai objek vital yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.
“Objek yang menjadi fokus pelayanan antara lain 14 bandara, 38 pelabuhan, 28 terminal, 56 pusat perbelanjaan, serta 153 objek wisata di wilayah NTT,” jelasnya.
Tak hanya itu, Polda NTT juga menyiapkan pelayanan pada lokasi-lokasi ibadah yang akan digunakan masyarakat saat Hari Raya Idulfitri. Diperkirakan terdapat 201 masjid dengan sekitar 91.386 jamaah serta 48 lapangan yang akan digunakan untuk salat Id dengan estimasi 123.600 jamaah.
Dalam pelaksanaan operasi ini, lanjutnya, seluruh personel di lapangan diinstruksikan untuk menjalankan tugas secara profesional dengan mengedepankan langkah preventif dan preemtif, termasuk mengantisipasi potensi kejahatan konvensional, tawuran, hingga balap liar yang kerap terjadi saat momentum libur panjang.(VFZ)