KKP Gandeng Swasta Kembangkan Garam Rote Ndao
- 28 Feb 2026 11:37 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Rote - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng swasta mengembangkan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Rote Ndao. Langkah ini untuk mempercepat swasembada garam nasional 2027.
Direktur Sumber Daya Kelautan KKP, Frista Yorhanita, Kamis, 26 Februari 2026 menyebut keterbatasan APBN. Pemerintah hanya mampu membiayai dua zona tambak.
“Pengembangan kawasan industri Rote tidak mungkin pemerintah semua,” ujar Frista baru-baru ini. Ia menegaskan delapan zona ditawarkan kepada investor.
Total kawasan garam Rote Ndao mencapai 12.597 hingga 13.697 hektare. Pemerintah kini fokus pada Zona 1 dan Zona 2.
Zona 1 memiliki luas 1.025 hektare. Zona 2 mencakup 899,54 hektare.

Pengembangan tahap pertama dimulai sejak 2025. Tahap kedua dilanjutkan pada 2026.
Sisa delapan zona seluas lebih 10.000 hektare akan dikelola swasta. KKP membidik korporasi pengguna garam skala besar.
“Investor industri bisa memenuhi kebutuhannya sendiri,” katanya. Pasokan kontinu dinilai penting bagi produksi nasional.
KKP optimistis kolaborasi ini menekan impor garam. Target produksi kawasan mencapai 400.000 ton per tahun. (Radja)