Nelayan TPI Alak Terjepit Cuaca dan Distribusi Ikan
- 28 Jan 2026 12:26 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang -Deru angin dan gelombang laut belakangan ini bukan hanya menghambat aktivitas melaut, tetapi juga menekan kehidupan nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Alak, Kota Kupang. Saat cuaca ekstrem melanda, hasil tangkapan menurun drastis dan harga ikan melonjak di pasar, namun kondisi itu tak serta-merta membawa keuntungan bagi nelayan.
Salah satu nelayan, Ramli Hamid Beleng, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ikan tidak dibarengi dengan daya beli masyarakat. “Kalau ikan sedikit memang harga naik, tapi pasar jadi sepi. Orang susah beli, kita nelayan juga ikut susah,” ujarnya kepada RRI, Senin (12/1/2026).
Dalam situasi seperti ini, banyak nelayan terpaksa bertahan hidup dengan mengandalkan tabungan pribadi atau berutang. “Di musim begini, kalau tidak melaut mau makan apa? Tapi melaut juga tidak ada kepastian, kadang pulang kosong, kadang ada hasil.” Ujar Ramli dari hati
Ironisnya, kesulitan tidak hanya terjadi saat hasil tangkapan minim. Ketika musim ikan melimpah, terutama pada April hingga Juni, persoalan baru muncul. “Kalau banjir ikan, kita juga bingung mau jual ke mana. Pasar tidak habis, akhirnya ikan bisa mubazir,” kata Ramli.
Ia menjelaskan, pada bulan-bulan tersebut hampir semua nelayan aktif melaut dengan berbagai alat tangkap. Jenis ikan pun beragam, mulai dari tembang, sardin, tongkol, lajang, hingga cakalang. “Semua ada. Ikan besar, ikan kecil, ikan mancing, lengkap,” tuturnya.
Sementara itu, pada musim cuaca buruk seperti sekarang, harga ikan justru naik cukup signifikan. “Tongkol yang biasa kita hitung pakai ember, sekarang per ekor bisa Rp5.000 sampai Rp6.000,” ujar Ramli. Namun kenaikan harga ini tetap tidak menjamin kesejahteraan nelayan.
Ramli menegaskan bahwa sebagian besar nelayan TPI Alak tidak memiliki pekerjaan lain selain melaut. “Rata-rata di sini nelayan semua. Tidak ada kerja sampingan. Kalau ada sisipan mungkin masih aman, tapi kalau tidak, kasihan,” katanya dengan nada lirih.
Di akhir wawancara, Ramli berharap pemerintah hadir membantu nelayan, terutama dalam hal distribusi dan pengendalian harga. “Kami harap pemerintah bisa salurkan ikan ke pihak swasta atau pegawai, supaya ikan tidak terbuang dan harga bisa diatur dengan adil,” ucapnya.