Sekolah Garuda Soe, Harapan Baru Pendidikan Unggul NTT
- 09 Jan 2026 18:05 WIB
- Kupang
KBRN,Kupang: Debu merah perlahan mengepul di kawasan Kompleks Perkantoran Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kota Soe. Di lahan seluas 20 ha yang selama ini sunyi, alat berat mulai bergerak.
Sejak akhir Desember 2025, harapan baru bagi dunia pendidikan Nusa Tenggara Timur resmi dimulai yakni, pembangunan “SMA Unggul Garuda Soe”. Sekolah yang digadang-gadang menjadi pusat lahirnya generasi unggul dari NTT ini, mulai berproses dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten TTS.
Proyek strategis nasional ini ditargetkan mulai menjalankan proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027. Targetnya, Juli 2026 sudah berjalan sesuai harapan bersama.
Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan SMA Unggul Garuda Soe, Heri Nurbianto kepada RRI di Soe menjelaskan bahwa, sejumlah bangunan utama menjadi prioritas awal. Ruang belajar, asrama siswa, serta fasilitas penunjang seperti kantin dipercepat pengerjaannya agar target pembelajaran pada Juni 2026 dapat tercapai.
“Gedung sekolah, asrama, laboratorium, hingga ruang serba guna akan dibangun bertahap. Yang terpenting, kegiatan belajar mengajar bisa segera berjalan,” ucap Heri saat ditemui RRI di lokasi pembangunan, Senin (5/1/2026).

Aktivitas pekerja awal mulai pekerjaan pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kota Soe, TTS, Senin (5/1/2026). (Foto:AlloTani/RRIKupang)
Selain ruang kelas, proyek ini mencakup pembangunan lima unit gedung sekolah, laboratorium, perpustakaan, indoor sport, apartemen guru dan pegawai, hingga ruang tinggal tenaga pendidik. Meski beberapa bangunan ditargetkan rampung lebih awal, seluruh pekerjaan tetap berjalan hingga masa kontrak berakhir pada 12 Agustus 2026.
Dengan nilai kontrak mencapai Rp200 miliar 184 juta, pembangunan Sekolah Garuda di Soe menjadi salah satu proyek pendidikan terbesar yang pernah ada di wilayah TTS. Proyek ini memiliki masa pelaksanaan selama kurun waktu 240 hari kalender.
Heri Nurbianto pun berharap dukungan semua pihak agar pembangunan berjalan sesuai target. Ia optimistis, pada tahun ajaran 2026/2027, sekolah ini sudah dapat menerima siswa baru paling lambat Juli 2026.
Harapan serupa disampaikan Gubernur NTT Melki Laka Lena yang turun langsung memantau proses awal pembangunan. Ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas hadirnya sekolah unggulan di Wilayah Timur Indonesia.
“Ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah pusat untuk NTT. Kami di daerah siap mendukung penuh sesuai kemampuan kami,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena (kiri) saat memantau proses pembangunan Sekolah Garuda di Kota Soe, TTS, Senin (5/1/2026) (Foto: AlloTani/RRIKupang)
Terkait rencana ground breaking, Gubernur menyebut masih dilakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Targetnya dalam Januari 2026 sudah berjalan.
Dari sisi daerah, Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Buce Lioe berharap pembangunan sekolah ini membawa dampak langsung bagi masyarakat setempat. Ia mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal serta prioritas bagi lulusan SMP di TTS sebagai peserta didik.
“Anak-anak TTS harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Kami berharap mereka juga diberi akses lebih menjalani pendidikan di Sekolah Garuda,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari tokoh adat Kabupaten TTS, Emu Manubulu. Ia menilai kehadiran SMA Unggul Garuda sebagai tonggak penting kemajuan pendidikan di daerahnya.
“Kami sangat mendukung. Semoga pembangunan lancar, tenaga lokal dilibatkan, dan anak-anak TTS mendapat kesempatan lebih besar,” katanya.
Sekolah Garuda di Soe bukan sekadar bangunan fisik. Ia menjadi simbol harapan, bahwa dari tanah Timor, akan lahir generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global. Dari debu merah Soe, masa depan pendidikan NTT mulai ditata. (at)