Uskup Agung Kupang: Natal Allah Hadir Menyelematkan Keluarga

  • 02 Jan 2026 18:40 WIB
  •  Kupang

KBRN,Kupang: Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni menyampaikan Suara Gembala pada Perayaan Natal, Kamis 25 Desember 2025 dengan seruan, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga-Keluarga”. Tertulis dalam surat Suara Gembala, saat kita dengan penuh Suka Cita merayakan Hari Kelahiran Yesus Kristus, Uskup Agung Kupang menyampaikan salam kepada seluruh Imam, Biarawan-Biarawati, Keluarga-keluarga, anak-anak dan remaja, dan semua umat Katolik yang merayakan Natal.

Seruan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni menyampaikan Suara Gembalanya pada Perayaan Natal 25 Desember 2025, yang dibacakan Pastor Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang, Romo Rudolf Tjung Lake, Pr. Uskup Agung Kupang menyampaikan, Natal adalah Pewartaan Agung bahwa sesungguhnya Allah tidak jauh.

Melalui misteri Inkarnasi (Allah Menjelma Menjadi Manusia) Allah masuk kedalam sejarah manusia, ke dalam rumah dan keluarga kita. “Penginjil Mateus mewartakan bahwa Anak Allah itu adalah Imanuel, Allah Beserta Kita,” ucap Romo Rudi membacakan Suara Gembala Uskup Agung Kupang, Kamis (25/12/2025).

“Melalui Yesus yang adalah Imanuel, Allah masuk dalam situasi nyata pergumulan kita sehari-hari untuk menyelamatkan kita. Anak Allah ini datang tidak dalam keterasingan, Ia memilih untuk dilahirkan dalam keluarga,” ucapnya lebih lanjut.

“Yesus dipercayakan kepada Maria dan Yosef, sebuah keluarga sederhana yang juga sering mengalami ketidakpastian, ketakutan, dan kerentanan sosial. Namun justru dalam keluarga inilah Allah melaksanakan rencana keselamatan-Nya,” ujarnya.

Dalam Suara Gembala Uskup Agung Kupang juga disampaikan, Natal juga mengajarkan kepada kita bahwa Keluarga adalah tempat yang kudus, tempat Allah tinggal dan menyelamatkan kita. Disini kita bisa memahami tema Natal “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Dalam Suara Gembala tersebut, Uskup Agung Kupang juga menyampaikan, Penginjil Mateus menghadirkan Yosef sebagai orang beriman yang tabah. Ketika menghadapi kebingungan dan ketaatan, Ia (Yesus) mendengarkan Sabda Allah dan bertindak dengan keberanian.

“Dengan menerima Maria dan Bayi dalam kandungan-Nya menujukan kehadiran keluarga kudus Nazaret. Selanjutnya Ia (Yosef) juga mengalami berbagai tantangan dalam menjaga Maria dan Yesus,” ucap Romo Rudi.

Ia hadir dan tinggal di antara kita dalam diri AnakNya. Penginjil Matius mewartakan bahwa Anak Allah ini adalah Imannuel, yang berarti "Allah beserta kita" (bdk. Mat 1:23).

Selain itu, penginjil Matius juga mengingatkan kita bahwa Anak yang akan dilahirkan oleh Maria ini harus dinamai Yesus, "karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (bdk. Mat 1:21). Dengan demikian, melalui Yesus yang adalah Immanuel, Allah masuk ke dalam situasi nyata pergumulan hidup kita sehari-hari untuk menyelamatkan kita.

Anak Allah ini datang ke dunia tidak dalam keterasingan. Ia memilih untuk dilahirkan dalam sebuah keluarga.

Yesus dipercayakan kepada Maria dan Yosef, sebuah keluarga sederhana yang juga sering mengalami ketidakpastian, ketakutan, dan kerentanan sosial. Namun justru di dalam keluarga inilah Allah melaksanakan rencana keselamatan-Nya.

Dengan masuk ke dalam sebuah keluarga, Allah menguduskan kehidupan keluarga-keluarga. Natal mengajarkan kita bahwa keluarga bukanlah sekadar lembaga sosial buatan manusia, melainkan tempat yang kudus, tempat Allah tinggal, berbicara, dan menyelamatkan.

Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, saat memimpin Misa di Gereja Sta. Maria Asummpta, Kota Baru Kupang.

Dengan latar belakang ini, kita boleh memahami tema Natal kita tahun ini: "Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga". Penginjil Matius menghadirkan Yosef sebagai seorang yang beriman dan taat. Ketika menghadapi kebingungan dan ketakutan, ia mendengarkan Sabda Allah dan bertindak dengan keberanian.

Meskipun tidak harus menghadapi perundungan media sosial seperti zaman sekarang, Yosef tentu harus menanggung berbagai bisik-bisik dan gunjingan ketika ia membawa Maria yang sudah mengandung ke rumahnya sebagai isterinya, ketimbang menceraikannya seperti yang dituntut oleh Hukum Musa. Dengan menerima María dan Bayi dalam kandungannya, Yosef menjadi pelindung Keluarga Kudus Nazaret (bdk. Mat 1:24).

Kemudian, ketika Maria sudah berada pada tahap akhir kehamilannya, Yosef harus melakukan perjalanan yang berat dari Nazaret ke Betlehem untuk mengikuti sensus penduduk (bdk. Luk 2:1-5). Dan di kota yang penuh sesak itu, ia harus mencari tempat agar Maria dapat melahirkan Anaknya dengan aman.

Selanjutnya, ketika Raja Herodes berencana menyingkirkan setiap kemungkinan saingan bagi takhtanya, Yosef harus melarikan diri pada malam hari bersama Maria dan Bayi Yesus ke Mesir, di mana mereka tinggal sampai Herodes wafat (bdk. Mat 2:14-15). Betapa sulit dan beratnya masa itu bagi Yosef sebagai kepala Keluarga Kudus Nazaret.

Menggunakan gambaran indah dari seorang sastrawan Polandia, Jan Edmund Dobraczyński, dalam novelnya The Shadow of the Father ("Bayangan Sang Bapa"), Yosef adalah bayangan duniawi dari Bapa surgawi. Hidupnya secara manusiawi mewujudkan dan memantulkan kasih lembut Allah Bapa kepada Putra-Nya yang terkasih.

Meskipun jelas bahwa Yosef bukanlah ayah biologis Yesus, dia tetap merupakan seorang ayah sejati bagi-Nya. Paus Fransiskus berkata: "Seorang ayah sejati tidak dilahirkan, melainkan dibentuk.

Seorang pria menjadi ayah tidak hanya dengan melahirkan seorang anak ke dunia, tetapi dengan memikul tanggung jawab untuk merawat anak itu". Bersama Maria, Yosef mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjaga, merawat, dan mendidik Yesus.

Dalam perannya yang hakiki sebagai "bapa bayangan", ia tidak pernah menjadikan dirinya pusat perhatian. Seluruh hidupnya justru berfokus pada tanggung jawabnya untuk melindungi dan merawat Yesus dan Maria.

Pada zaman ini, sosok Yosef, dan juga Maria, mengingatkan kita bahwa keluarga diselamatkan bukan oleh kesempurnaan, melainkan oleh kepercayaan kepada Allah, kasih yang setia, dan ketaatan hati. Para orang tua dipanggil untuk meneladani Yosef dan Maria dengan cara membimbing keluarga mereka sesuai dengan kehendak Allah.

Di tengah situasi nyata kehidupan kita dewasa ini yang masih saja terus dibayang-bayangi aneka persoalan dan kasus seperti: kekerasan dalam rumah tangga, perceraian, aborsi, euthanasia, bunuh diri dan pembunuhan, perdagangan orang, eksploitasi terhadap kaum wanita dan anak-anak, judi dan pinjaman online, penggunaan narkotika dan obat-obat terlarHuk. Serta pergaulan bebas para remaja dan kaum muda dengan segala dampaknya yang memprihatinkan, keluarga-keluarga dipanggil untuk melindungi sekaligus mempromosikan "budaya kehidupan", menghormati serta membela hak asasi dan martabat hidup manusia sejak awal terjadinya kehamilan hingga kematian alami.

Dengan itu, semua dan setiap orang dapat menghargai hidupnya sendiri dan boleh memandang dengan penuh harapan masa depan yang cerah, sejahtera, dan bahagia. Untuk itu, keluarga-keluarga diharapkan tetap menjadi sekolah pertama dalam hal iman, harap, kasih, serta nilai-nilai kemanusiaan.

Pastor, Paroki,Sta. Maria Asummpta Kota Baru Kupang, Romo Rudi Tjung Lake, saat memimpin Misa Natal, 25 Desember 2025.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi keluarga-keluarga dewasa ini, Natal mengajak kita untuk memperbarui komitmen akan doa dalam keluarga, saling menghormati, kesetiaan dalam perkawinan, perhatian terhadap anak-anak dan para lansia, serta perlindungan terhadap kehidupan keluarga. Pesan Natal sesungguhnya membawa penghiburan dan harapan bagi keluarga-keluarga dewasa ini yang tidak pernah sepi dari berbagai persoalan, tantangan, dan kesulitan.

Immanuel, Allah beserta kita, menegaskan bahwa tidak ada keluarga yang dilupakan, tidak ada rumah yang ditinggalkan, dan tidak ada penderitaan yang luput dari perhatian-Nya. Di mana ada kasih, pengampunan, doa, dan pengorbanan, di situ Allah hadir.

Bahkan dalam keluarga-keluarga yang terluka, Kristus dilahirkan kembali, membawa penyembuhan dan harapan. Marilah kita menjadikan rumah-rumah kita sebagai "Betlehem-Betlehem kecil", tempat Kristus diterima, Sabda Allah dihormati, dan Kasih dihidupi setiap hari.

Saat kita merayakan kelahiran Immanuel, Sang Juru Selamat, semoga kita membuka pintu hati, rumah, dan keluarga kita bagi kehadiran Allah yang hidup.

Semoga Yesus, yang dilahirkan dari Maria dan dipercayakan kepada Yosef, memberkati setiap keluarga kita dengan damai, persatuan, dan sukacita. Bersama Maria dan Yosef, marilah kita mewartakan melalui hidup kita bahwa Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga. Selamat merayakan Natal yang penuh rahmat dan Tahun Baru 2026 yang penuh berkat.

Sementara itu, Pastor Rekan Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang, Romo Aditya dalam Kotbah Malam Natal 24 Desember 2025 menyampaikan bahwa, mengapa Tuhan harus Lahir ke dunia ini dan mengapa harus pada malam hari? Tuhan lahir ke dunia supaya manusia diangkat kepada Tuhan-Nya dan menghapus dosa-dosa manusia.

Inkarnasi adalah Peristiwa Allah menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia, karena manusia tidak bisa menyelematkan dirinya sendiri. “

Perayaan Malam Natal 24 Desember 2025 dan Natal 25 Desember 2025 di Gareja Paroki Santa Maria Asumpat Kota Baru Kupang, berjalan aman, lancar, dan penuh khikmat. Turut hadir dalam perayaan Natal 25 Desember 2025 di Gereja Paroki Santa Maria Asumpta Kota Baru Kupang, Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama keluarga.

Usai peyaraan Ekaristis, umat pun memberi salam dan berfoto ria bersamanya. (at).

Rekomendasi Berita