Dampak Lampion Street Market Pergerakan Ekonomi Kota Kupang
- 09 Mar 2026 14:14 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang – Sebanyak 70 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ikut dalam kegiatan Lampion Street Market yang berlangsung tiga hari di Jalan El Tari Depan Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) telah berakhir dan di tutup Walikota Kupang dr.Christian Widodo di Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, unsur Forkopimda Kota Kupang, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada PSMTI Provinsi NTT serta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang perjumpaan dan silaturahmi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pergerakan ekonomi di Kota Kupang, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Kupang, mengingat karakteristik daerah yang bertumpu pada sektor jasa dan perdagangan. “UMKM adalah denyut nadi ekonomi di Kota Kupang. Kita ini kota jasa dan perdagangan. Kita tidak punya banyak hasil bumi, tetapi UMKM menjadi tumpuan ekonomi kita,” kata dr.Christian Widodo, Minggu (8/3/2026).
Sementara itu, Ketua Panitia Kupang Lampion Street Market, dr. Andree Hartanto, Sp.OG., menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Maret tersebut dapat berjalan dengan baik berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Kupang, sponsor, mitra kerja, komunitas, serta relawan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun bersama Bank Indonesia, selama dua hari pertama transaksi yang terjadi mencapai hampir Rp500 juta dengan ribuan transaksi. Total transaksi selama tiga hari kegiatan diperkirakan mendekati Rp1 miliar. Panitia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari kalender event pariwisata Kota Kupang sekaligus menjadi ruang yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di daerah. (humas/anna).