Pengendalian Inflasi Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah Triwulan Dua

  • 04 Mar 2026 10:42 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo bertempat di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa, 3 Maret 2026 membuka kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah Triwulan I Tahun 2026. Kegiatan ini dihadiri GM PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Kupang, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Perwakilan BPS Kota Kupang,Perum Bulog, Perwakilan PT Pertamina Patra Niaga dan PT Pelindo Regional III Cabang Kupang.

High Level Meeting ini diharapkan menjadi forum strategis yang tidak hanya menghasilkan catatan rapat, tetapi langkah konkret menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi digital demi kesejahteraan masyarakat Kota Kupang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Kota Kupang pada Januari 2026 tercatat 3,55 persen (year-on-year) dan meningkat menjadi 4,01 persen pada Februari.

Menghadapi rangkaian hari raya seperti Nyepi, Paskah, dan Idul Fitri, Wali Kota meminta seluruh jajaran tidak lengah. Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dalam kesempatan itu juga mengumumkan peluncuran digitalisasi pajak daerah bekerja sama dengan BNI, BRI, dan Mandiri.

Ia menyebut langkah ini sebagai simbol perubahan budaya birokrasi. “Dari manual menuju digital. Dari lambat menuju cepat. Dari tertutup menuju transparan dan akuntabel,” kata dr. Christian Widodo, Selasa, 3 Maret 2026.

Sementara itu GM PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Kupang menyampaikan informasi terkait tarif angkutan udara serta kondisi arus penumpang dan aktivitas terminal kargo menjelang HBKN. Tim Satgas Pangan Polda NTT, menyampaikan upaya memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan.

Hadir juga perwakilan akademisi dari Universitas Nusa Cendana, untuk memberikan pandangan dan masukan akademis terkait kondisi perekonomian di Kota Kupang. Dalam pada itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota dalam mendorong digitalisasi dan pengendalian inflasi.

Ia menilai pernyataan Wali Kota tentang “mengubah layar” sangat relevan dalam menghadapi dinamika ekonomi dan transformasi digital.

“Memang kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa beradaptasi. Dan itu membutuhkan peran leader,” ujarnya.

Terkait inflasi, Adidoyo menjelaskan bahwa angka 4,01 persen (year-on-year) pada Februari berada di atas target nasional 2,5±1 persen. Kenaikan ini terutama dipicu tarif listrik dan emas perhiasan.

“Tarif listrik menyumbang 1,82 persen year-on-year. Ini efek base effect karena tahun lalu ada diskon,” ucapnya.

High Level Meeting ini diharapkan menjadi forum strategis yang tidak hanya menghasilkan catatan rapat, tetapi langkah konkret menjaga stabilitas harga dan mempercepat transformasi digital demi kesejahteraan masyarakat Kota Kupang. (humas/anna)

Rekomendasi Berita