Angin Kencang Merusak Atap Pastori Jemaat Hosana Bilaos

  • 09 Mar 2026 14:39 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Kupang – Bencana angin kencang menerjang wilayah Desa Linmus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan serius pada Pastori Mata Jemaat Hosana Bilaos, Jemaat Bermata Jemaat Bilule, Klasis Amfoang Utara di mana bagian atap bangunan dilaporkan tercabut sepenuhnya dari struktur rumah. Selain rumah pastori, tercatat sejumlah fasilitas umum dan pemukiman warga mengalami kerusakan, antara lain: Gedung SMP Negeri, Sekolah Dasar (SD), dan Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu). Sebanyak 22 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak, dengan sekitar 20 unit rumah warga mengalami kerusakan bervariasi.

Sekretaris Desa Linmus, Thobais Tikan, mengatakan tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian akibat bencana angin puting beliung tersebut mencapai ratusan juta rupiah. ‘Kerugian terbesar terjadi pada dua gedung sekolah dan puluhan rumah warga. Sementara kerusakan pastori dan pustu tidak terlalu besar. Ketua Badan Pengurangan Risiko Bencana, Pdt. Adi Amtaran, menyatakan langkah cepat sedang diambil meski terkendala akses transportasi dan komunikasi. “Saya berkomunikasi dengan Ketua Majelis Klasis (KMK Amfoang Utara) dan belum terhubung. Kemungkinan beliau menuju daerah bencana yang susah sinyal. Saya segera bangun hubungan dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) NTT dan BPBD Kabupaten Kupang untuk penanganan selanjutnya,” kata Pdt. Adi.Kamis (5/3/2026).

Secara administratif, BPBD Kabupaten Kupang juga telah melakukan verifikasi data warga dan bangunan terdampak untuk penyaluran bantuan; Berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Kupang dan BPBD Provinsi NTT guna pengiriman bantuan logistik darurat; Berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait perbaikan gedung sekolah yang porak-poranda.Hingga saat ini, pihak desa dan BPBD masih terus memantau perkembangan di lapangan, terutama terkait kondisi infrastruktur Pustu dan kebutuhan mendesak bagi para korban yang rumahnya rusak berat. (humas/anna).

Rekomendasi Berita