Zangrandi masuk dalam daftar "100 tempat makan es krim ikonik di dunia"

  • 24 Jul 2024 15:23 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Berawal dari hobby mencicipi kuliner baru, menyebabkan saya sering beselancar di dunia maya untuk mencari inspirasi tempat makan baru yang unik, salah satu laman yang sering saya kunjungi adalah Taste Atlas, sebuah web ensiklopedia rasa yang berisi hidangan tradisional, bahan-bahan lokal, dan restoran autentik dari seluruh dunia. di dalamnya terdapat katalog lebih dari sepuluh ribu makanan dan minuman yang populer, serta cita rasa dan aroma yang tak terlupakan dari setiap kota, wilayah, dan desa di dunia. Baru baru ini mereka mengeluarkan artikel yang cukup mengagetkan. Judulnya "daftar 100 tempat makan es krim ikonik di dunia" (23/7), 2 gerai es krim diantaranya berasal dari Indonesia. yaitu Ragusa di Jakarta dan Zangrandi di Surabaya. keduanya mampu bersaing dengan toko es krim lain di berbagai belahan dunia. Sebut saja Los Italianos, Berthillon, hingga Coromoto.

Khusus nama yang terakhir, bagi penduduk kota Surabaya bukan merupakan nama yang asing. Zangrandi adalah kedai es krim yang menjadi salah satu ikon kuliner legendaris Surabaya. Lokasinya berada di Jalan Yos Sudarso 15 Surabaya, tepat berseberangan dengan Balai Pemuda Surabaya. Saat menginjakkan kaki di kedai ini, pengunjung akan disambut dengan nuansa klasik, selain tempatnya yang terawat, kursi-kursi yang tersedia di teras juga menampakkan keaslian restoran ini saat awal dibuka, itu sebabnya bangunan ini termasuk sebagai cagar budaya yang dilindungi. Banyak orang salah kaprah mengira Zangrandi adalah es krim Belanda lantaran berdiri sejak zaman kolonial Belanda, padahal es krim ini berasal dari Italia. Bukan tanpa alasan saya mengatakannya, di halaman pertama buku menu, tertulis sebuah prakata yang berisi sejarah berdirinya kedai es krim Zangrandi.

Berdiri sejak tahun 1930, asal mula beridrinya restoran es krin ini didirikan oleh sebuah keluarga berkebangsaan italiayaitu Roberto Zangrandi sedangakan resep es krimnya diciptakan oleh nyonya Roberto Zangrandi dahulu lebih dikenal dengan nama Mevrouw Zangrandi. Ia awalnya hanya menyajikan tiga pilihan menu yang terdiri dari Tutti Frutti, Macedonia, dan es krim Soda, dan Mocca.. Akan tetapi, pada 1960-an, Roberto Zangrandi dan keluarganya memutuskan untuk kembali ke negara asalnya, sehingga kedai es krimnya pun diperjual belikan dan akhirnya dimiliki oleh Adi Tanumulia. Usai dimiliki oleh Adi Tanumulia yang merupakan pengusaha winery (kilang anggur), es krim Zangrandi pun menyediakan lebih banyak pilihan rasa, di antaranya kopyor, raspberi, dan durian.

Henny Tan yang merupakan pengunjung rutin Zangrandi dari kota Batu Malang mengungkapkan kebiasaan makan tersebut turun temurun di keluarganya, Henny diperkenakan oleh kedua orang tuanya yang berasal dari Ambon, yang melegenda dari es krim ini adalah teksturnya sangat lembut dan tidak menggunakan bahan pengawet.

Lain lagi dengan Ida pengunjung dari Sidoarjo yang tidak hanya menyukai varian es krim legendaris itu, tapi lebih memilih kudapan yang memang bukan hanya sekedar pelengkap seperti risoles, siomay, kroket, pastel goreng, dan lumpia goreng tapi juga memang memiliki rasa yang lezat. Kini ada lebih dari 20 menu es krim, tujuh menu makanan ringan, serta empat pilihan minuman yang tersedia di kedai ini.





google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....