Sejarah Panjang Si Ayam Betutu

  • 27 Jun 2024 10:40 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang : Ayam betutu adalah makanan khas dari pulau Bali. Masakan kaya rempah ini ternyata memiliki sejarah yang panjang.

Bagaimana sejarah ayam betutu?

Dikutip dari Wikipedia, ayam betutu adalah makanan khas Bali yang berasal dari Gianyar. Awal menu ini dari olahan tangan Ni Wayan Tempeh atau Men Tempeh asal Abiansi, Gianyar, pada tahun 1976.

Ia mendirikan warung ayam betutu bersama suaminya, I Nyoman Suratna yang berasal dari Bangli. Kata betutu berasal dari kata “tunu” yang artinya bakar dan “be” yang artinya daging.

Dengan demikian, betutu artinya daging yang dibakar. Pada mulanya, ayam betutu dipanggang di api sekam dan merupakan sajian untuk upacara keagamaan, pernikahan, dan upacara adat di Bali.

Seiring perkembangannya, cara pembuatan kuliner ini dilakukan dengan oven atau alat panggang modern lainnya. Bahkan kini kita dapat menemukan hidangan ini di rumah makan atau restoran-restoran di Bali, serta di luar Bali.

Pengolahannya diberi lapisan pembungkus daun pinang, kemudian diberi bara sekam. Setelah itu dimasukkan ke dalam tanah dari batu-batu yang sebelumnya sudah dipanaskan.

Cara ini adalah warisan dari zaman Majapahit pada abad 16, yaitu saat pengaruh Islam masuk ke tanah Jawa. Banyak orang Majapahit yang memeluk agama Hindu lalu pergi ke wilayah Bali.

Mereka membawa pengaruh budaya termasuk makanannya. Sebagian besar makanan khas Bali merupakan hasil pengaruh budaya Majapahit, begitu juga dengan ayam betutu.

Awalnya rasa masakan ini adalah manis karena pengaruh dari Jawa dimana ketika itu Islam sudah menyebar luas di pulau Jawa. Namun setelah dibawa ke pulau Bali, rasa masakan ini menjadi pedas karena pengaruh bumbu-bumbu khas Bali.

Sampai saat ini, cita rasa tersebut masih tetap dipertahankan dan menjadi makanan khas dari Bali.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....