Amplang Salsabila Pertahankan Resep Turun-temurun dengan Ikan Belida
- 04 Okt 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Produksi Amplang Salsabila menggunakan sedikitnya 120 kilogram ikan untuk satu kali produksi.
- Amplang Salsabila menggunakan 100 persen ikan sungai, khususnya ikan belida, sebagai bahan utama.
- Usaha keluarga tersebut telah diteruskan sejak 1997 dengan resep yang dipertahankan secara turun-temurun.
RRI.CO.ID, Jakarta - Amplang Salsabila mempertahankan resep turun-temurun dengan menggunakan ikan sungai sebagai bahan utama. Pemilik Amplang Salsabila, Ahmad Rahmadani, mengatakan ikan yang digunakan adalah ikan belida atau ikan putih.
“Kalau ciri khasnya kita menggunakan 100 persen ikan sungai, ikan belida bahan utamanya itu. Biasanya kan ada yang pakai ikan laut juga,” kata Ahmad saat berbincang dengan Pro3 RRI, Minggu, 4 Oktober 2026.
Ahmad mengatakan usaha amplang tersebut telah dijalankan keluarganya sejak lama. Ia mulai meneruskan usaha tersebut dari ibunya pada 1997.
Menurut dia, proses pembuatan amplang diawali dengan mengambil daging ikan dan menghaluskannya. Adonan kemudian dicampur dengan bawang putih dan bahan tambahan lainnya sebelum dibentuk dan digoreng.
“Kalau prosesnya mungkin kurang lebih sama saja ya. Kita dari ikan itu, kita ambil dagingnya, terus kita giling, kita haluskan,” katanya.
Amplang kemudian digoreng dan ditiriskan untuk mengurangi kandungan minyak. Ahmad mengatakan proses tersebut dilakukan agar amplang tetap renyah dan tidak cepat melempem.
Amplang Salsabila memiliki dua bentuk yang umum dijual, yakni kuku macan dan bentuk panjang. Untuk bentuk panjang, adonannya diberi tambahan merica sehingga memiliki cita rasa berbeda.
“Kalau kita itu ada dua, kuku macan sama meriap atau amplang yang biasanya bentuknya panjang-panjang. Kalau yang panjang tadi itu, dia ditambah dengan merica,” kata Ahmad.
Amplang biasanya dikonsumsi sebagai camilan tanpa tambahan saus atau cocolan. Makanan ini juga dapat disajikan sebagai pendamping bakso, makanan berkuah, hingga nasi goreng.
Peminat Amplang Salsabila berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ahmad menyebut pembeli dari luar Kalimantan, termasuk Jawa dan Sumatera, menjadi salah satu pasar mereka.
“Peminatnya sih dari berbagai daerah. Yang utamanya itu yang luar daerah Kalimantan,” kata Ahmad.
Amplang juga dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Kalimantan Timur. Makanan tersebut bahkan kerap dianggap sebagai bagian dari buah tangan saat berkunjung ke Kalimantan.
Harga Amplang Salsabila di toko mulai dari Rp10 ribu untuk kemasan sekitar 25 gram. Pembeli juga dapat membeli amplang dalam ukuran yang lebih besar hingga satu kilogram.
“Harganya kita mulai set di harga Rp10 ribu untuk offlinenya. Sampai bebas sebenarnya, kita kiloan juga bisa,” ujarnya.
Dalam proses produksinya, Ahmad mengatakan pihaknya menggunakan sedikitnya 120 kilogram ikan untuk satu kali produksi. Produksi dilakukan secara berkala dalam satu minggu sesuai kebutuhan.
Ahmad mengatakan pihaknya masih berupaya memperluas pasar Amplang Salsabila. Ia juga membuka peluang untuk menambah toko di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....