Bukan Cuma Kopi Hitam, Ini Lima Tradisi Kopi Unik di Berbagai Negara

  • 01 Okt 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hari Kopi Internasional dirayakan setiap tanggal 1 Oktober di berbagai negara di seluruh dunia.
  • International Coffee Organization menyebut peringatan ini sebagai momen untuk merayakan kopi dan sektor industri di baliknya.
  • Setiap negara memiliki cara penyajian kopi yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan masyarakatnya masing-masing.

RRI.CO.ID, Jakarta — Hari Kopi Internasional diperingati setiap tanggal 1 Oktober di berbagai negara. International Coffee Organization menyebut peringatan ini sebagai momen untuk merayakan kopi dan sektor di baliknya.

Kopi tidak hanya diminum dengan cara yang sama di seluruh dunia. Berbagai negara memiliki cara penyajian kopi yang dipengaruhi budaya dan kebiasaan masyarakatnya.

Berikut lima tradisi kopi dari Senegal, Finlandia, Yaman, Meksiko, dan Aljazair. Beberapa di antaranya mungkin terdengar tidak biasa bagi penikmat kopi di Indonesia.

1. Café Touba dari Senegal

Di Senegal, kopi dikenal melalui café Touba yang dibuat dengan campuran rempah grains of Selim. Biji kopi biasanya dipanggang bersama rempah tersebut sebelum digiling dan diseduh.

Café Touba memiliki kaitan dengan komunitas Mouride dan kota Touba di Senegal. Kini, minuman tersebut juga menjadi bagian dari keseharian masyarakat Senegal.

2. Kaffeost dari Finlandia

Finlandia memiliki tradisi menikmati kopi bersama leipäjuusto, yaitu keju lokal yang juga disebut bread cheese. Potongan keju dapat dimasukkan langsung ke dalam kopi panas sebelum dimakan.

Visit Finland mencatat tradisi tersebut sebagai salah satu cara menikmati leipäjuusto. Keju yang menyerap kopi memberikan kombinasi rasa dan tekstur yang berbeda.

3. Qishr dari Yaman

Di Yaman, qishr dibuat menggunakan kulit buah kopi yang sudah dikeringkan. Kulit tersebut biasanya direbus bersama rempah seperti jahe dan kemudian disajikan sebagai minuman panas.

Berbeda dari kopi biasa, qishr tidak menggunakan biji kopi sebagai bahan utama. Minuman ini menunjukkan bahwa bagian buah kopi selain bijinya juga dapat dimanfaatkan.

4. Café de Olla dari Meksiko

Meksiko memiliki café de olla, yaitu kopi yang secara tradisional dibuat menggunakan panci tanah liat. Minuman ini biasanya menggunakan piloncillo, yaitu gula tebu tradisional Meksiko berbentuk padat, serta kayu manis sebagai tambahan.

Menurut UTSA Libraries, penggunaan olla atau panci menjadi bagian dari ciri tradisional minuman tersebut. Kayu manis dan piloncillo memberikan rasa manis serta aroma rempah pada kopi.

5. Mazagran dari Aljazair

Aljazair memiliki tradisi kopi dingin bernama mazagran. Minuman ini dibuat dari kopi dan air, kemudian disajikan dingin dengan gula dalam beberapa variasinya.

Mazagran juga sering dikaitkan dengan wilayah Mazagran di Mostaganem, Aljazair. Sejumlah sumber menyebut minuman tersebut berkembang sekitar abad ke-19, meski sejarah asalnya memiliki beberapa versi.

Dalam perkembangannya, mazagran memiliki berbagai variasi di beberapa negara. Versi tertentu menambahkan lemon, mint, atau bahan lain ke dalam kopi dingin.

Kelima tradisi tersebut menunjukkan bahwa kopi memiliki cara penyajian yang beragam di berbagai budaya. Mulai dari rempah, keju, kulit buah kopi, kayu manis, hingga es dapat menjadi bagian dari pengalaman minum kopi. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....