Rasa Kimchi ternyata Beda di Tiap Provinsi, Ini Variasinya

  • 14 Sep 2026 16:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kimchi memiliki rasa yang berbeda-beda di setiap wilayah Korea, dipengaruhi sejarah, geografis, bahan lokal, dan cara pengolahannya.
  • Setiap daerah memiliki jenis kimchi dengan karakter dan bahan khas, seperti kimchi lobak di Seoul, kimchi sawi Dolsan di Jeolla, hingga myeongtae kimchi di Gangwon.
  • Keragaman kimchi juga dipengaruhi tradisi dan selera pembuatnya, bahkan sampai tingkat keluarga, sehingga tidak ada satu karakter rasa yang mewakili seluruh kimchi Korea.

RRI.CO.ID, Jakarta — Kimchi sering dikenal sebagai makanan Korea dengan rasa pedas dan asam yang khas. Namun, cita rasa kimchi ternyata berbeda-beda berdasarkan wilayah, bahan, dan cara pengolahannya.

Melansir Wikipedia tentang kuliner regional Korea, perbedaan tersebut berkaitan dengan sejarah dan kondisi geografis setiap wilayah. Hingga akhir abad ke-19, jaringan transportasi Korea belum berkembang baik sehingga daerah mempertahankan cita rasa masing-masing.

Kondisi geografis juga memengaruhi bahan pangan yang tersedia di setiap daerah. Seoul Eats mencatat wilayah selatan cenderung menggunakan lebih banyak ikan dan memiliki masakan lebih asin serta pedas.

Perbedaan karakter tersebut terlihat pada berbagai jenis kimchi di sejumlah wilayah Korea. Korea JoongAng Daily bahkan membahas beberapa kimchi khas berdasarkan daerah pembuatannya.

Di Seoul, salah satu jenisnya adalah kimchi lobak berbumbu udang asin. Kimchi tersebut memiliki rasa akhir yang ringan dan pernah disajikan untuk keluarga kerajaan.

Sementara itu, Provinsi Jeolla memiliki kimchi daun sawi khas Dolsan. Kimchi tersebut menggunakan ikan teri asin, cabai yang direndam air, dan udang giling.

Rasa kimchi Dolsan juga dipengaruhi kondisi lingkungan setempat. Sumber yang sama menjelaskan bahwa iklim laut yang hangat dan tanah berpasir membuat daun sawinya lebih lembut.

Gyeongsang Selatan juga memiliki variasi kimchi yang khas dari Hamyang. Bumbunya menggunakan ikan teri asin, cabai merah, biji perilla, dan bawang putih.

Cara pembuatannya pun membutuhkan ketelitian. Bumbu tersebut dioleskan pada daun perilla satu per satu agar meresap secara merata.

Di Provinsi Chungcheong, terdapat dongchimi yang cenderung lebih ringan dibandingkan kimchi pedas pada umumnya. Korea JoongAng Daily juga mencatat adanya variasi dongchimi yang menggunakan air dari sumber mata air Chojeong.

Sementara itu, Gangwon memiliki myeongtae kimchi yang menggunakan kaldu pollock sebagai salah satu bahan utamanya. Kaldu tersebut dipadukan dengan bawang bombai, jahe, bawang putih, dan saus udang.

Secara lebih luas, Seoul Eats menjelaskan bahwa karakter kuliner Korea memang dipengaruhi kondisi geografis. Wilayah pesisir banyak memanfaatkan ikan, kerang, dan rumput laut, sedangkan daerah lain mengandalkan hasil pertanian setempat.

Perbedaan tersebut membuat kimchi tidak memiliki satu karakter rasa yang berlaku di seluruh Korea. Variasinya berkembang mengikuti bahan lokal, kondisi wilayah, serta tradisi kuliner yang diwariskan.

Bahkan, variasi kimchi dapat ditemukan hingga tingkat keluarga. Encyclopedia.com menyebut kimchi memiliki banyak variasi yang dipengaruhi wilayah, musim, kesempatan, dan selera pribadi pembuatnya.

Karena itu, kimchi yang disantap di satu daerah belum tentu memiliki rasa yang sama dengan kimchi dari daerah lainnya. Keragaman tersebut menjadi salah satu bagian dari kekayaan kuliner regional Korea. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....