Sering Disebut Teh, Liang Teh ternyata Minuman Herbal
- 30 Agt 2026 22:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Liang teh adalah minuman herbal yang berasal dari liang cha di wilayah China Selatan, bukan minuman teh yang dibuat dari daun teh biasa.
- Meskipun namanya mengandung kata 'teh', liang teh sebenarnya dibuat dengan merebus berbagai tanaman herbal dalam air.
- Liang teh telah lama dikenal dan sering diminum masyarakat sebagai minuman kesehatan ketika tubuh terasa kurang nyaman atau tidak sehat.
RRI.CO.ID, Jakarta – Liang teh cukup dikenal sebagai minuman herbal yang sering diminum saat tubuh terasa kurang nyaman. Meski disebut “teh”, minuman ini ternyata tidak dibuat dari daun teh seperti minuman teh pada umumnya.
Melansir Jurnal Pangan dan Agroindustri, liang teh berasal dari liang cha, yaitu minuman herbal yang berkembang di wilayah China Selatan. Minuman tersebut dibuat dengan merebus berbagai tanaman herbal dalam air.
Berbeda dengan teh biasa yang menggunakan tanaman Camellia sinensis, liang teh dapat dibuat dari berbagai jenis tanaman. Karena itu, rasa dan warna liang teh dapat berbeda tergantung bahan yang digunakan.
Tidak ada satu resep yang berlaku untuk semua liang teh. Setiap daerah atau penjual dapat menggunakan campuran tanaman yang berbeda sesuai tradisi dan resep yang mereka miliki.
Salah satu jenis liang teh yang terkenal adalah Wong Lo Kat. Minuman tersebut mulai dikenal di Guangdong dan Guangxi pada 1828 setelah diracik oleh seorang herbalis bernama Wang Zebang.
Pada awalnya, ramuan tersebut digunakan dalam konteks pengobatan tradisional. Masyarakat China Selatan kemudian mengenal minuman herbal untuk membantu mengatasi rasa tidak nyaman akibat cuaca panas dan lembap.
Kata liang dalam liang cha berkaitan dengan makna “sejuk” atau “dingin”. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, konsep ini berkaitan dengan upaya menjaga keseimbangan tubuh dari kondisi yang dianggap terlalu panas.
Bahan yang digunakan dalam liang teh juga cukup beragam. Beberapa jenis dapat menggunakan cincau hitam, pandan, jahe, bunga krisan, hingga berbagai tanaman herbal lainnya.
Perbedaan bahan tersebut membuat rasa liang teh tidak selalu sama. Ada yang terasa manis, ada pula yang memiliki rasa pahit dan aroma herbal yang cukup kuat.
Tradisi liang teh kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, minuman ini berkembang sebagai bagian dari kuliner dan tradisi masyarakat keturunan Tionghoa.
Kini, liang teh dapat ditemukan dalam berbagai bentuk. Ada yang dijual sebagai minuman racikan di kedai, disajikan di restoran, hingga diproduksi dalam bentuk minuman kemasan.
Meski minuman herbal sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, penggunaannya tetap perlu dilihat berdasarkan bahan yang digunakan. Tidak semua klaim manfaat dari minuman herbal memiliki bukti ilmiah yang sama.
Liang teh akhirnya menjadi contoh bagaimana sebuah tradisi minuman dapat berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Namanya memang mengandung kata “teh”, tetapi isinya justru menunjukkan kekayaan tanaman herbal yang digunakan dalam tradisi China Selatan. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....