Kayu yang Bisa Dimakan, Mengenal Yacaratiá dari Argentina
- 23 Agt 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kayu dari pohon yacaratiá (Jacaratia spinosa) yang tumbuh di hutan Misiones, Argentina dapat diolah menjadi makanan, bukan sekadar bahan konstruksi.
- Pohon yacaratiá merupakan bagian penting dari kekayaan hayati wilayah Misiones dan mencerminkan potensi pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
- Penemuan ini menunjukkan bahwa kayu memiliki kegunaan multifungsi di luar penggunaan konvensional untuk rumah dan furnitur.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kayu biasanya digunakan untuk membuat rumah, furnitur, atau berbagai benda sehari-hari. Namun, di Misiones, Argentina, ada jenis kayu yang justru dapat diolah menjadi makanan.
Kayu tersebut berasal dari pohon yacaratiá atau Jacaratia spinosa. Pohon ini tumbuh di kawasan hutan Misiones dan menjadi salah satu bagian dari kekayaan hayati wilayah tersebut.
Yacaratiá memiliki karakter yang cukup berbeda dari kayu yang biasa digunakan untuk kebutuhan bangunan. Teksturnya ringan dan lunak karena memiliki kandungan air yang sangat tinggi.
Karakter tersebut membuat kayu yacaratiá kurang diminati industri kehutanan. Namun, sifat yang sama justru membuka peluang untuk memanfaatkannya dengan cara yang tidak biasa.
Melansir 7 Caníbales, pemanfaatan kayu yacaratiá sebagai pangan dikembangkan oleh Roberto Pascutti, seorang insinyur kehutanan dari Misiones. Ia mulai meneliti pohon tersebut setelah menemukan catatan sejarah tentang larva yang hidup pada kayu yacaratiá yang membusuk.
Pascutti kemudian menghabiskan bertahun-tahun untuk mempelajari karakter kayu tersebut. Ia akhirnya mengembangkan metode pengolahan yang membuat kayu yacaratiá dapat dikonsumsi manusia.
Proses pengolahannya tidak dilakukan dengan cara sederhana. Kayu harus melalui tahapan khusus sebelum dapat digunakan sebagai bahan pangan, sementara metode lengkapnya menjadi bagian dari pengetahuan yang dipatenkan.
Hasil pengolahan kayu tersebut kemudian digunakan dalam berbagai produk makanan. Yacaratiá dapat dibuat menjadi potongan kayu dalam sirup, selai, nektar, alfajor, hingga cokelat.
Kayu tersebut juga digunakan dalam hidangan gurih. Beberapa koki mengolahnya seperti bahan makanan lain, termasuk menyajikannya bersama daging atau menjadikannya bagian dari saus.
Yang menarik, kayu yacaratiá memiliki rasa yang relatif ringan. Teksturnya justru menjadi salah satu karakter yang membuat bahan tersebut menarik untuk digunakan dalam berbagai olahan.
Yacaratiá juga tidak hanya dimanfaatkan sebagai makanan. Pemanfaatannya dikembangkan dengan konsep ekonomi sirkular karena bahan yang digunakan berasal dari pohon yang tumbang atau tidak dimanfaatkan industri kehutanan.
Pohon tersebut juga menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buah yacaratiá memiliki bentuk oval dengan warna kekuningan dan daging yang lembut.
Keberadaan kayu yang dapat dimakan membuat yacaratiá kemudian menjadi bagian dari gastronomi Misiones. Bahan tersebut digunakan dalam berbagai resep dan menarik perhatian koki yang mencari bahan pangan khas dari wilayah tersebut.
Bagi banyak orang, gagasan memakan kayu mungkin terdengar aneh. Namun, yacaratiá menunjukkan bahwa karakter tumbuhan yang tidak biasa dapat membuka kemungkinan baru dalam dunia pangan.
Dari hutan Misiones, kayu yacaratiá akhirnya menemukan tempat di meja makan. Bahan yang terlihat seperti kayu ini dapat menjadi pangan setelah melalui proses pengolahan yang tepat. (Rahmania Ulfah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....