Inovasi Bumbu Acar Manisan Buah Asal Tarakan yang Lahir di Masa Pandemi
- 24 Mei 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bumbu Acar Manisan Buah (Bum'car) merupakan inovasi kuliner asal Tarakan milik Rika Pratiwi yang lahir dari kreativitas bertahan hidup di masa pandemi Covid-19.
- Berbeda dengan rujak biasa, bumbu ini memanfaatkan potensi lokal Tarakan dengan mengolah buah nanas menjadi selai sebagai bahan dasar utama bumbunya.
- Bum'car sukses menjaga stabilitas penjualan di Kalimantan Utara melalui jaringan reseller yang loyal serta aktif memperluas pasar lewat event bazar luar pulau.
RRI.CO.ID, Jakarta- Bisnis kuliner unik bernama Bumbu Acar Manisan Buah atau Bum'car sukses mencuri perhatian pasar lokal. Produk inovatif ini dirintis oleh seorang pengusaha perempuan asal Kota Tarakan bernama Rika Pratiwi.
Usaha kreatif ini ternyata lahir dari situasi sulit saat pandemi Covid-19 melanda wilayah Indonesia. Pemilik usaha menceritakan bahwa produknya resmi meluncur saat perekonomian sektor UMKM sedang sangat terpukul.
“Bum'car ini sebetulnya lahir ketika jaman Covid. Ketika itu ya lagi gencarnya orang lagi konsumsi makan buah untuk jaga kesehatan sebagai pelindung diri lah waktu ketika Covid itu,” ujar Rika dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu 24 Mei 2026.
Rika menjelaskan, "Gimana caranya orang konsumsi buah tapi ada bumbunya,” katanya. Ia berhasil membuat bumbu yang memiliki ketahanan lebih lama.
Bahan baku utama pembuatan bumbu unik ini memanfaatkan potensi lokal yang melimpah di Tarakan, Kalimantan Utara. Buah nanas lokal diolah kembali menjadi selai sebagai bahan dasar utama bumbunya.
“Jadi memang bahan bakunya itu potensinya waktu itu banyak sekali ada di kota Tarakan. Yaitu dari buah nanas itu sendiri,” katanya.
Secara fisik, bumbu racikan Rika ini berbentuk cairan kental dengan rasa asam, manis, dan pedas. Tekstur produk tersebut memiliki keunikan karena ada serabut-serabut asli dari buah nanas.
Target pasar utama dari produk Bum'car ini didominasi oleh kelompok ibu-ibu dan kalangan remaja. Selain konsumen langsung, bumbu ini juga diminati pelaku UMKM penjual buah potong.
Para penjual buah kerap meminta kemasan botol kecil untuk mendampingi produk buah potong mereka. Kerja sama ini membuat jangkauan pasar Bumcar semakin meluas di kota Tarakan.
“Biasanya mereka menjual buah, jadi pelaku usaha UMKM itu ada yang punya toko buah. Nah toko buah itu biasanya bikin buah potong dari situ dia beli bumbu saya,” ucap Rika.
Hingga saat ini, produk Bum'car berhasil mempertahankan eksistensinya di tengah persaingan industri kuliner. Rika mengaku volume penjualan produknya masih sangat stabil berkat jaringan mitra yang loyal.
"Belum ada yang bisa menyamakan produk ini sama dengan saya,” ujarnya. Keunggulan ini bertahan karena faktor keunikan produk dan resep asli orang tua.
Wilayah pemasaran utama Bum'car saat ini masih terfokus di area Provinsi Kalimantan Utara. Kabupaten Bulungan tercatat sebagai daerah dengan tingkat penjualan tertinggi hingga saat ini.
“Saya selalu menjaga seperti itu gimana caranya reseller tetap bisa berkembang. Informasi dari pembeli langsung pun selalu dialihkan kepada para reseller terdekat,” katanya.
Selain pemasaran lokal, Rika aktif memperluas jangkauan pasar melalui event bazar di luar Kalimantan. Pada bulan Juli nanti, produk Bum'car dijadwalkan mengikuti pameran kuliner di Jakarta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....