Kenalkan Kuliner Azerbaijan di Indonesia, Restoran Ini Pertahankan Rasa Autentik
- 05 Jun 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kuliner merupakan salah satu “bahasa” yang mudah dipahami banyak orang dari lintas negara, budaya bahkan agama.
- Pemilik restoran “Des and Dan” di bilangan Jakarta Pusat, Alexander Sivaiyev mengungkapkan, memiliki misi memperkenalkan kuliner yang menjadi bagian dari budaya Azerbaijan.
- Makanan dalam tradisi masyarakat Azerbaijan dikenal sebagai simbol keramahan dan persahabatan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kuliner merupakan salah satu “bahasa” yang mudah dipahami banyak orang dari lintas negara, budaya bahkan agama. Misi memperkenalkan kuliner khas negara kelahiran itu tidak jarang dijumpai di Ibu Kota Jakarta.
Pemilik restoran “Des and Dan” di bilangan Jakarta Pusat, Alexander Sivaiyev mengatakan, memiliki misi memperkenalkan kuliner yang menjadi bagian dari budaya Azerbaijan. Meski telah menikah dan menetap di Indonesia hampir 28 tahun, namun kata dia, bukan berarti ia melupakan budaya yang menjadi bagian dari identitasnya.
“Tapi sekali lagi, untuk membawa budaya, karena banyak orang bertanya, di mana negara Azerbaijan? Apakah di Eropa? Apakah di Asia? Timur Tengah?" ujar Alexander kepada RRI, Jumat, 5 Juni 2026 di sela-sela pembukaan cabang restorannya.
"Tapi mungkin itu juga, kuliner. Jadi, bisnis juga merupakan sisi lain,” ucapnya.
Alexander mengatakan, untuk menjaga auntentikasi berbagai menu makanan yang disajikan, pihaknya tetap menjaga cita rasa dengan tidak menambahkan berbagai bumbu. Seperti, yang mungkin lazim menjadi cita rasa makanan di Indonesia.
“Sebagian besar pelanggan bertanya mengapa makanannya sangat enak, tetapi bumbunya kurang, kami tidak memiliki banyak bumbu di Azerbaijan. Kami mencoba untuk membuat makanan yang sangat orisinal, seperti dagingnya harus asli, tidak banyak bumbu di dalamnya,” katanya, menjelaskan.
Meski demikian menurutnya, , para pelanggan hingga 8 tahun usaha kuliner yang ia bangun, akhirnya memahami dan menikmati berbagai sajian yang ada. “Selain bumbunya, kami tidak memiliki makanan pedas sebanyak Indonesia, saya pikir orang Indonesia menyukai makanan Azerbaijan,” ujarnya.
Selain, untuk memastikan rasa yang dihasilkan auntentik seperti di Azerbaijan, Alexander bahkan turun langsung mengolah berbagai masakan. Pria yang sebelumnya berkecimpung di sektor perdagangan ini, turut menurunkan ilmu memasaknya kepada para koki lokal yang bekerja di restorannya.
“Jujur saja, semua resep yang ada di menu kami berasal dari saya dan saya memasak semuanya, kemudian perlahan-lahan saya juga melatih sejumlah pekerha. Jadi, kami punya teman-teman baik yang bekerja bersama saya selama hampir 7-8 tahun, mereka belajar dengan sangat baik,” ucapnya.

Di sisi lain Alexander menyebut, sebagian besar bahan yang digunakan diperoleh dari para pemasok lokal. Walaupun, sebagian kecil beberapa berasal dari Azerbaijan maupun Turki.
“Kami berusaha untuk menggunakan bahan-bahan lokal sebanyak mungkin, seperti daging dan lain-lain, semuanya benar-benar segar dari pasar. Selain itu, bisa dibilang kami juga membantu pengusaha lokal untuk berbisnis bersama,” kata Alexander, menambahkan.
Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil mengatakan, makanan dalam tradisi masyarakat Azerbaijan dikenal sebagai simbol keramahan dan persahabatan. Ia mengapresiasi upaya Alexander yang mendedikasikan diri mengenalkan budaya Azerbaijan di Indonesia.
“Makanan dalam tradisi saya, Azerbaijan, selalu dikenal karena keramahan, persahabatan, dan kemurahan hatinya. Saya menyampaikan apresiasi tulus saya kepada Bapak Alexander, dan tim internasionalnya atas kerja keras mereka dan atas dedikasi mereka terhadap budaya Azerbaijan di Indonesia,” ujar Dubes Ramil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....