Rayakan Kemerdekaan ke-108, Azerbaijan Tegaskan Komitmen Kerja Sama Global

  • 22 Mei 2026 04:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil Rzayev, menegaskan Azerbaijan terus memegang teguh nilai demokrasi, kesetaraan, dan kedaulatan nasional dalam peringatan Hari Kemerdekaan Azerbaijan ke-108 yang digelar di Jakarta.
  • Azerbaijan saat ini melanjutkan pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Ilham Aliyev.
  • Ramil menegaskan komitmen Azerbaijan untuk terus membangun hubungan persahabatan dengan Indonesia dan negara-negara lain.

RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil Rzayev, menegaskan Azerbaijan terus memegang teguh nilai demokrasi, kesetaraan, dan kedaulatan nasional dalam peringatan Hari Kemerdekaan Azerbaijan ke-108 yang digelar di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026 malam. Dubes Ramil menyoroti sejarah panjang perjuangan bangsa Azerbaijan sejak berdirinya Republik Demokratik Azerbaijan pada 28 Mei 1918.

Menurutnya, Azerbaijan merupakan republik demokratis sekuler pertama di dunia Muslim. Meski hanya bertahan singkat, republik tersebut telah meletakkan fondasi penting bagi pemerintahan demokratis, kesetaraan gender, dan identitas nasional Azerbaijan modern.

“Azerbaijan juga termasuk di antara negara-negara pertama di dunia yang memberikan hak pilih kepada perempuan. Dan, pencapaian itu sebagai tonggak penting dalam sejarah demokrasi dunia Muslim," ujarnya menambahkan.

Ramil menjelaskan, nilai-nilai progresif yang diwariskan sejak 1918 masih menjadi bagian utama dari arah pembangunan Azerbaijan hingga saat ini. Semangat kemerdekaan dan kedaulatan nasional, katanya, tetap menjadi pedoman dalam kebijakan negara.

Secara khusus, Ramil juga menyinggung perjalanan Azerbaijan setelah memperoleh kembali kemerdekaannya pada 1991 pasca runtuhnya Uni Soviet. Menurut dia, negara tersebut menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal yang kompleks pada masa awal kemerdekaan.

“Kesulitan-kesulitan ini diatasi berkat kepemimpinan visioner dan kebijakan strategis pendiri negara Azerbaijan modern, Pemimpin Nasional Heydar Aliyev. Kepemimpinan Heydar Aliyev berhasil membangun fondasi bagi Azerbaijan yang kuat, stabil, dan merdeka," kata Dubes Ramil menekankan.

Ramil mengatakan Azerbaijan saat ini melanjutkan pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Ilham Aliyev. Pemerintah Azerbaijan disebut terus memperkuat posisi internasional negara itu melalui transformasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, serta promosi perdamaian dan konektivitas regional.

“Azerbaijan berdiri sebagai mitra yang dapat diandalkan dan proaktif dalam urusan regional dan global, terutama dalam keamanan energi, konektivitas strategis, harmoni antaragama, dan pembangunan berkelanjutan. Serta, Azerbaijan aktif membangun kerja sama dengan berbagai mitra internasional, termasuk Indonesia," ucapnya.

Dalam pidatonya, Ramil turut menyoroti keberhasilan Azerbaijan menjadi tuan rumah COP29 pada 2024. Ia menyebut keberhasilan penyelenggaraan forum iklim dunia tersebut menjadi bukti meningkatnya kepercayaan komunitas internasional terhadap Azerbaijan.

Saat ini, kata dia, ibu kota Baku tengah menjadi tuan rumah Sesi ke-13 Forum Perkotaan Dunia atau World Urban Forum (WUF13) yang diselenggarakan oleh UN-Habitat. Forum itu dihadiri peserta dari lebih dari 180 negara dan membahas pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Selain itu, Azerbaijan akan memegang Kepemimpinan Organisasi Kerja Sama Islam dan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Islam ke-16 pada 2027. Menurut Ramil, momentum itu akan dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi antarnegara anggota.

Menutup sambutannya, Ramil menegaskan komitmen Azerbaijan untuk terus membangun hubungan persahabatan dengan Indonesia dan negara-negara lain. Sementara, peringatan Hari Kemerdekaan Azerbaijan di Jakarta turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, serta para duta besar negara sahabat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....