Menjelajahi Makanan Fermentasi Khas Berbagai Negara di Dunia yang Unik

  • 13 Mei 2026 18:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Makanan fermentasi dari berbagai negara seperti kimchi (Korea), tempe (Indonesia), miso (Jepang), kefir (Rusia), kombucha (Tiongkok), dan injera (Ethiopia) menunjukkan kekayaan kuliner dunia.
  • Proses fermentasi tidak hanya berfungsi mengawetkan makanan, tetapi juga meningkatkan nilai gizi serta menciptakan cita rasa khas yang unik.
  • Berbagai makanan fermentasi kaya probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan dan mendukung pola hidup sehat masyarakat modern.

RRI.CO.ID, Jakarta - Fermentasi merupakan teknik kuno yang memanfaatkan bakteri atau ragi untuk mengolah berbagai jenis bahan makanan. Proses ini membantu meningkatkan gizi, menciptakan rasa khas, sekaligus memperpanjang masa penyimpanan makanan lebih lama.

Indonesia memiliki makanan fermentasi populer seperti tempe dan tapai singkong yang tetap digemari hingga sekarang.

Makanan fermentasi kaya probiotik yang bermanfaat bagi pencernaan serta mendukung pola hidup sehat masyarakat.

Mengtuip dari berbagai sumber, berikut makanan fermentasi dari berbagai negara.

*1. Kimchi*

Kimchi adalah makanan khas Korea berbahan sayuran fermentasi dengan campuran bawang putih, cabai, jahe, dan kecap ikan. Sayuran yang umum digunakan meliputi kubis, lobak, mentimun, wortel, serta daun bawang dengan cita rasa khas.

Fermentasi kimchi awalnya dilakukan untuk mengawetkan sayuran selama musim dingin di Korea. Kimchi sering disajikan bersama nasi, sup, mie, tumisan, hingga digunakan sebagai pelengkap berbagai hidangan modern.

*2. Tempe*

Tempe merupakan makanan fermentasi khas Indonesia berbahan kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus oligosporus selama proses pembuatannya. Fermentasi tempe membantu meningkatkan kandungan gizi serta membuat teksturnya lebih lunak dan mudah dikonsumsi masyarakat.

Selain kedelai, tempe juga dapat dibuat menggunakan berbagai jenis kacang dan biji-bijian lainnya. Tempe populer di Indonesia dan sering diolah menjadi gorengan, tumisan, hingga pengganti daging bagi vegetarian.

*3. Miso*

Miso adalah pasta fermentasi khas Jepang berbahan kedelai dan koji yang difermentasi selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Pasta ini memiliki rasa gurih, asin, tajam, dengan warna dan tekstur berbeda sesuai proses pembuatannya.

Di Jepang, miso sering digunakan sebagai bahan utama sup serta campuran saus dan dressing masakan. Miso sebaiknya dimasukkan pada akhir memasak agar bakteri aktifnya tetap terjaga dengan baik.

*4. Kefir*

Kefir adalah minuman susu fermentasi asal Rusia dengan tekstur kental serta kandungan alkohol dan karbonasi rendah. Minuman ini dibuat menggunakan susu sapi, kambing, atau domba dengan bantuan bibit biji kefir.

Kefir memiliki rasa asam, tekstur lembut, dan kandungan laktosa lebih rendah dibandingkan susu biasa. Produk fermentasi ini sering dikonsumsi langsung atau digunakan sebagai campuran smoothie, roti, dan saus salad.

*5. Kombucha*

Kombucha adalah minuman fermentasi berbahan teh yang berasal dari Tiongkok dan kemudian menyebar ke berbagai negara Asia. Minuman ini dibuat menggunakan teh, gula, serta kultur bakteri dan ragi selama proses fermentasi berlangsung.

Kombucha memiliki rasa manis asam dengan sedikit karbonasi tergantung lama fermentasi yang dilakukan. Minuman probiotik ini mengandung antioksidan, kafein, serta kadar alkohol rendah hasil proses fermentasi alami.

*6. Injera*

Injera merupakan roti pipih fermentasi khas Ethiopia berbahan tepung teff dengan tekstur kenyal dan rasa sedikit asam. Roti ini dibuat melalui proses fermentasi campuran tepung, air, dan garam sebelum dimasak menjadi lembaran tipis.

Injera sering disajikan bersama sayuran, lentil, serta hidangan daging khas Ethiopia dan Eritrea. Bahan teff bebas gluten membuat injera cocok dikonsumsi vegan maupun penderita intoleransi laktosa.

Makanan fermentasi menunjukkan kekayaan budaya kuliner dunia dengan cita rasa unik dan manfaat kesehatan beragam. Berbagai hidangan fermentasi tetap populer karena dianggap lezat, bergizi, dan mendukung kesehatan pencernaan masyarakat. (Agnes Claudia Ohoira)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....